Tuesday, 6 June 2017

Keajaiban Turunnya Hukum Taurat dalam Midrash Yahudi

Keajaiban Turunnya Hukum Taurat dalam Midrash Yahudi

Mengapa pada saat hari Pentakosta, turun lidah api dan mereka berbicara dalam banyak bahasa?

(Kisah Para Rasul 2:1 [lAI TB] Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.")


Bisakah Kekeristenan ditafsir tanpa Yudaisme? 100% tidak bisa. Mungkin kalau hanya masalah-masalah ajaran moral seperti jangan mencuri, jangan membunuh, jangan berzinah, dll, mungkin bisa ditafsir tanpa Yudaisme, tetapi kalau masalah teologi seperti misalnya Kerajaan YHWH, Kerajaan 1000 tahun, bahasa Roh/ Lidah, Lidah Api, Hukum Taurat, Iblis, malaikat, dll, kita tidak bisa menafsirnya tanpa Yudaisme.

Mereka yang mencoba menafsir teologi-teologi krusial dalam PB seperti kerajaan 1000 tahun, langit dan bumi yang baru, Hukum Taurat, bahasa Roh, Malaikat, dll tanpa Yudaisme, pasti akan berujung pada pemahaman yang keliru dan gegabah. Makanya sekarang muncul pengajaran Satan itu anak Allah, bukan malaikat. Entah darimana didapat kesimpulan tersebut, dari zaman dulu sampai sekarang, orang-orang Yahudi yakin kalau si Satan itu adalah Malaikat YHWH yang bernama Samael. Tidak ada satu pun kisah di dalam Yudaisme yang mengatakan Satan adalah Anak YHWH. Itulah akibatnya kalau menafsir teologi-teologi krusial PB di luar Yudaisme, pasti kesimpulannya akan jadi aneh.

Contoh lainnya adalah masalah turunnya lidah api pada hari Pentakosta dan kenapa pada saat itu para rasul harus berbicara dalam banyak bahasa pada saat itu? Hal ini hanya bisa ditafsir dan dipahami kalau kita mengerti Yudaisme dengan baik. Tanpa pemahaman yang cukup tentang Yudaisme, jelas perikop ini pasti akan ditafsir sembarangan.

Perlu kita ingat, pada saat para rasul sedang memperingati hari Pentakosta di atas, mereka tidak sedang merayakan hari turunnya Roh Kudus, tetapi mereka sedang merayakan dan memperingati hari turunnya Hukum Taurat di Sinai sebagaimana kebiasaan orang-orang Yahudi dari dulu sampai sekarang.

Tepat, orang-orang Yahudi, termasuk para rasul pada saat itu sedang memperingati hari turunya Hukum Taurat di Sinai yang mereka namakan sebagai "Pentakosta (Pentekoste πεντηκοστή)" atau "Shavuot שבועות".

Mengenai turunnya Hukum Taurat, ada satu cerita yang dipercayai oleh orang-orang Yahudi dari dulu sampai sekarang soal turunnya Hukum Taurat, di mana di dalam Midrash, diceritakan bahwa terjadi sesuatu yang luar biasa pada saat turunnya Hukum Taurat.

Dalam Midrash Shemot Rabbah 5:9, dijelaskan seperti ini

"Berkatalah Rabbi Yokhanan, 'Suara YHWH keluar dan terbagi ke dalam 70 suara, 70 bahasa supaya semua bangsa bisa mendengar dan semua umat dan bangsa mendengar dalam suara tersebut dalam bahasa mereka sendiri"
Ibrani Rabbinik: אָמַר רַבִּי יוֹחָנָן הָיָה הַקּוֹל יוֹצֵא וְנֶחְלַק לְשִׁבְעִים קוֹלוֹת לְשִׁבְעִים לָשׁוֹן, כְּדֵי שֶׁיִּשְׁמְעוּ כָּל הָאֻמּוֹת, וְכָל אֻמָּה וְאֻמָּה שׁוֹמַעַת קוֹל בִּלְשׁוֹן הָאֻמָּה
(Midrash Rabbah, Shemot Rabbah 5:9)


Dari teks Midrash di atas, kita bisa melihat sebuah kisah yang luar biasa yang diyakini oleh orang-orang Yahudi dari dulu sampai sekarang bahwa ketika Hukum Taurat turun, ketika Tuhan berbicara dari langit, maka suara YHWH itu terbagi ke dalam 70 suara, ke dalam 70 bahasa bangsa-bangsa. Tujuannya adalah agar semua bangsa bisa mendengar dan memahaminya.

Artinya, terjadi peristiwa yang luar biasa 3400 tahun yang lalu di mana YHWH ketika berbicara, suara-Nya terbagi ke dalam 70 bahasa sehingga bangsa-bangsa lain bisa mendengarnya.

Hal ini dapat membuat kita lebih memahami, mengapa pada saat turunnya Roh Kudus di Yerusalem 2000 tahun yang lalu, para rasul juga berbicara dalam bahasa-bahasa lain yang dipahami oleh banyak bangsa pada saat itu.

Hal ini dilakukan oleh YHWH untuk menegaskan bahwa Perjanjian Baru sudah dimulai di mana Dia mengadakan Perjanjian Baru dengan kaum Yehuda dan Israel sebagai pengganti Perjanjian Sinai

(Yeremia 31:31 [LAI TB] Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman YHWH, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman YHWH.
31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman YHWH: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.)


Tepat, Perjanjian Sinai dilanggar oleh Israel sendiri, itu sebabnya YHWH harus membuat Perjanjian Baru. Tapi ingat, hukumnya tetap sama, yaitu Hukum Taurat sebagaimana yang tertulis di dalam Yeremia 31:33 bahwa YHWH akan menaruh Taurat-Nya di dalam hati mereka. Jadi Taurat tidak batal seperti penafsiran gegabah beberapa orang yang tidak baca PL

Jadi dari kisah di atas kita tahu bahwa ketika YHWH mengesahkan Perjanjian Lama, YHWH butuh semacam peristiwa "grand opening" yang luar biasa, yaitu suara-Nya yang keluar yang menggelegar dan terbagi ke dalam 70 bahasa supaya bangsa-bangsa lain dapat memahaminya.

Ingat, 70 bahasa merupakan simbol yang dipahami oleh rabbi pada zaman itu untuk merujuk kepada seluruh bangsa di dunia. Artinya, ketika YHWH menurunkan Hukum Taurat, maka Hukum Taurat itu dimaksudkan untuk didengar oleh seluruh bangsa.

Nah ketika Israel melanggar Israel Perjanjian Sinai, maka YHWH harus membuat sebuah Perjanjian Baru dengan Yehuda dan Israel. Dan itu artinya, harus ada semacam "Grand Opening" yang megah sebagai penanda bahwa Perjanjian Baru itu sudah dimulai.

"Grand Opening" yang megah itu terjadi 2000 tahun lalu ketika para rasul melihat lidah-lidah api turun dan mereka bicara dalam banyak bahasa kepada orang-orang Yahudi dari berbagai macam suku bangsa.

YHWH memerlukan "Grand Opening" ini agar semua bangsa pada saat itu bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh rasul-rasul tersebut di mana YHWH ingin menyampaikan bahwa Perjanjian Baru sudah dimulai.

Oh iya, berdasarkan Midrash Shemot 5:9, dikatakan begini "Suara YHWH terbagi ke dalam tujuh puluh bahasa (hayah haqqol yotze wenekhlaq lesivim qolim הָיָה הַקּוֹל יוֹצֵא וְנֶחְלַק לְשִׁבְעִים קוֹלוֹת)". Maksudnya adalah, suara-Nya hanya 1, tetapi masing-masing mendengar suara tersebut dalam bahasa mereka masing-masing. Artinya, YHWH tidak berbicara tujuh puluh kali kepada 70 bangsa, tapi YHWH hanya bicara sekali, tetapi setiap bangsa mendengar suara YHWH tersebut di dalam bahasa mereka masing-masing

Artinya, hal ini berkontradiksi sekali dengan beberapa teolog Pentakosta yang menduga bahwa masing-masing rasul tersebut berbicara di dalam bahasa bangsa-bangsa asing. Buktinya kita bisa lihat khotbah Petrus di ayat selanjutnya setelah dia menerima Roh Kudus

(1 Kisah Para Rasul 2:14 [LAI TB] Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.)

Dari ayat di atas, kita bisa melihat bahwa Petrus tidak mengulangi khotbahnya puluhan kali kepada masing-masing bangsa, tetapi yang terjadi adalah Petrus tetap berbicara dalam bahasa Aram, hanya saja pendengarnya yang berasal dari Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, semuanya mendengarnya dalam bahasa mereka masing-masing. Inilah mukjizat yang terjadi pada hari Pentakosta.

Jadi pada saat Perjanjian Lama (Sinai), YHWH melakukan yang mukjizat bahasa yang sama kepada 70 bangsa, demikian juga pada Perjanjian Baru, YHWH juga melakukan mukjizat bahasa yang sama kepada 70 bangsa. Inilah "Grand Opening" yang harus YHWH lakukan.

Selain itu, kenapa bentuknya harus "Lidah/ Bahasa seperti Api (Glossei hosei pyros γλῶσσαι ὡσεὶ πυρός)"?

Lagi-lagi hal ini hanya bisa dijawab oleh Yudaisme. Frase "Glossei hosei pyros γλῶσσαι ὡσεὶ πυρός (Bahasa/ Lidah seperti api)" dalam Yudaisme merupakan sebuah kepercayaan di kalangan orang-orang Yahudi bahwa ketika YHWH menurunkan Hukum Taurat, maka suara-Nya yang keluar ke dalam 70 bahasa itu menyerupai lidah-lidah api dan mengelilingi perkemahan Israel sebagai yang tertulis di dalam Midrash Sifre Devarim

"Dari tangan Kanan-Nya, Hukum Berapi datang kepada mereka (Ulangan 33:2). Sewaktu perkataan keluar dari mulut YHWH, itu akan keluar dari tangan kanan YHWH kepada bagian kiri Israel dan menjelajahi perkemahan Israel dengan jarak masing-masing 12 mil, sebelum kembali, melalui bagian kanan Israel dan kembali lagi ke tangan kiri YHWH. Dan ketika YHWH menerimanya kembali, DIA mengukirkannya ke dalam Loh Batu dan suara-Nya semakin melebar dari ujung dunia ke ujung dunia. Sebagaimana dikatakan, 'Suara YHWH membelah seperti nyala api (Mazmur 29:7)'.
Dari tangan kanan-NYA, Hukum Berapi datang kepada mereka. Hal ini menjelaskan bahwa Hukum Taurat itu sama dengan api. Sebagaimana api yang diberikan dari Sorga, demikian juga Hukum Taurat diberikan dari sorga."
Ibrani Rabbinik: מימינו אש דת למו - כשהיה הדבר יוצא מפי הגבורה - היה יוצא דרך ימינו של קודש לשמאלם של ישראל, ועוקף את מחנה ישראל י"ב מיל על י"ב מיל, וחוזר ובא דרך ימינם של ישראל לשמאלו של מקום, והקב"ה מקבלו לימינו וחקקו בלוח; והיה קולו הולך מסוף העולם ועד סופו, שנא' קול ה' חוצב להבות אש: אש דת למו - מגיד הכתוב שדברי תורה נמשלו באש, מה אש נתנה מן השמים כך דברי תורה נתנו מן השמים, שנאמר (שמות כ') אתם ראיתם כי מן השמים דברתי עמכם. מה אש חיים לעולם, אף דברי תורה חיים לעולם. מה אש קרוב לה נכוה, רחוק ממנה צונן (כך דברי תורה כל זמן שאדם עמל בהם חיים הם לו, ליפרש מהם ממיתים אותו) [ואין לאדם להתחמם ממנה, כך ד"ת נשתמש ממנה נאבד מעה"ז, פירש ממנה מת, עמל בה הרי היא לו חיים]. ומה אש משתמשין בה בעוה"ז ובעה"ב, כך דברי תורה משתמשין בהם בעוה"ז ובעה"ב. ומה אש כל המשתמש בו עושה בגופו רושם, אף (בני אדם) [תלמידי חכמים] שעמלים בו ניכרים הם [בעיני ונכרים] בין הבריות (כך תלמידי חכמים ניכרים) בהילוכם ובדיבורם ובעטיפתם בשוק.
(Midrash Sifre Devarim, Chapter Berekhah, Pisqa 343)


Dari teks Midrash di atas kita bisa melihat sebuah kisah yang luar biasa bahwa ketika YHWH mengeluarkan suara-Nya untuk menurunkan Hukum Taurat, maka suara YHWH tampak kelihatan seperti api menyala-nyala dan api tersebut mengelilingi perkemahan Israel dan api tersebut kembali lagi ke YHWH dan YHWH mengukir api tersebut ke dalam Loh Batu.

Itu sebabnya, di Perjanjian Baru, pada peristiwa Pentakosta, muncul juga api dari langit yang seperti lidah-lidah api di mana itu setelah rasul-rasul menerima api tersebut, maka mereka langsung berbicara ke dalam 70 bahasa, sesuai dengan peristiwa yang terjadi di Sinai.

Artinya dari sini kita bisa memetik pelajaran bahwa peristiwa lidah api di SInai dan peristiwa lidah api di Yerusalem adalah kedua peristiwa "Grand Opening" dari YHWH.

Peristiwa ini hanya terjadi sekali dan tidak akan terulang lagi. Ketika hukum Taurat turun di Sinai, maka lidah api itu hanya turun sekali dan peristiwa dashyat itu juga hanya terjadi sekali. Tidak berulang-ulang setiap tahun.

Begitu juga ketika Israel melanggar Perjanjian Sinai sehingga YHWH harus membuat perjanjian Baru. YHWH membuat semacam "Grand Opening" sebagai penanda bahwa Perjanjian Baru telah dimulai dan peristiwa Grand Opening ini jelas hanya terjadi sekali. Tidak berulang-ulang terjadi setiap tahun. Artinya peristiwa turunnya lidah api itu hanya terjadi pada saat 2000 tahun lalu di loteng Yerusalem karena itu adalah peristiwa Grand Opening

Jadi sangat aneh, kalau masih ada yang percaya bahwa lidah api akan turun terus setiap tahun sehingga mereka terus menerus mengharapkan gereja mereka didatangi lidah-lidah api sehingga peristiwa 2000 tahun lalu terulang lagi di gereja mereka.

Itu sebabnya kita perlu memahami teologi-teologi Perjanjian Baru dari kacamata Yudaisme, agar kita bisa paham dengan jelas kenapa YHWH harus mengeluarkan lidah-lidah api dan harus berbicara dalam banyak bahasa

Salam

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...