Friday, 4 November 2016

Jasa Asuransi? Perlukah bagi Orang Kristen?

Jasa Asuransi? Perlukah bagi Orang Kristen?

Jasa Asuransi? Perlukah bagi Orang Kristen?

(Yohanes 14:27 [LAI TB] Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.)

Haruskah orang Kristen percaya dengan jasa-jasa asuransi yang dengan embel-embel membantu kita jika musibah menimpa kita? Asuransi berasal dari kata bahasa Inggris "Insurance" yang artinya adalah "Jaminan". Jadi masihkah kita butuh jaminan-jaminan dari manusia kalau ternyata Tuhan Yesus sendiri yang sudah menjamin kita?

Kita sebagai orang Kristen sudah tidak butuh lagi jasa asuransi. Hanya orang-orang Kristen yang tidak percaya dengan Tuhan Yesus saja yang masih menaruh harapan mereka kepada jasa-jasa manusia yang jelas-jelas manusia

(Yeremia 17:5 [LAI TB] Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!)

Tuhan sudah jelas mengatakan terkutuklah mereka yang mengandalkan manusia, bukan Tuhan. Ingat, damai sejahtera yang Tuhan berikan tidak seperti yang dunia tawarkan kepada kita.

Artinya apa ini? Adalah bodoh sekali kalau kita masih mengandalkan jasa-jasa manusia yang selalu mengiming-ngimingi kita dengan jaminan kecelakaan, kematian, dll padahal Tuhan Yesus mengajari kita bahwa damai sejahtera yang Dia berikan atau asuransi yang Dia berikan, tidak sama seperti yang dunia tawarkan, jadi janganlah kita khawatir.

Kata "Iman" dalam bahasa Ibrani adalah "Emunah אמונה" dimana kata ini berasal dari kata "Aman אמן" dalam bahasa Ibrani yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah "Aman".

Tepat, "Aman", artinya Iman itu adalah aman atau rasa aman. Jadi kalau kita mengaku beriman kepada Tuhan Yesus seharusnya kita sudah merasa aman bahwa kita pasti akan dicukupkan dan tidak perlu takut dengan masa depan, apalagi hal-hal yang belum pasti seperti kecelakaan, malapetaka, makanan, minuman, pakaian, pendidikan anak, dll

(Matius 6:25 [LAI TB] "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.)

Penulis beri analogi kata "aman" seperti ini, jika kita memiliki seorang teman A yang hobinya suka mabuk-mabukan, berperingai kasar, suka berkelahi, suka mencuri, suka menipu, dll, pertanyaan penulis, akankah kita "mempercayakan/ mengamankan" diri kita kepadanya untuk menjaga rumah kita ketika rumah kita pergi? Jelas tidak. Kenapa? Karena kita tahu bahwa orang tersebut tidak bisa dipercaya alias bajingan. Kita merasa tidak aman dengannya karena memang dia tidak bisa dipercaya

Sedangkan teman B kita, orang yang terkenal rajin, baik, ramah, suka membantu, terbukti tidak suka berbohong, tidak menipu, dan memiliki integritas tinggi, akankah kita mempercayakan rumah kita untuk dijaga olehnya ketika kita pergi? Ya jelas, karena kita merasa aman untuk mempercayakan rumah kita kepada dia karena dia memang dapat dipercaya

Begitu juga dengan Tuhan. ADALAH SANGAT MENYEDIHKAN SEKALI JIKA KITA YANG SEDANG MEMBACA TULISAN INI SAAT INI, MENGAKU PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS TAPI MASIH SUKA KHAWATIR AKAN MASA DEPAN, KHAWATIR AKAN MALAPETAKA, KHAWATIR AKAN MAKANAN, MINUMAN, PAKAIAN, APA YANG AKAN DIMAKAN, KHAWATIR KESELAMATAN ANAK-ANAK DI SEKOLAH, KHAWATIR AKAN KECELAKAAN, KHAWATIR AKAN BIAYA-BIAYA YANG MUNCUL KALAU SAKIT SAMPAI-SAMPAI KITA PERCAYA KEPADA JASA-JASA ASURANSI TERSEBUT. ITU ARTINYA KITA MERASA TUHAN BUKANLAH SOSOK YANG DAPAT KITA PERCAYAKAN UNTUK MENJAGA HIDUP KITA

Menyedihkan sekali, Tuhan pun juga disedihkan akan hal ini karena banyak anak-anaknya yang lebih percaya dengan jasa-jasa asuransi daripada kepada-Nya.

Semua jasa asuransi itu penipu. Kalau kita yang sedang membaca tulisan ini paham, maka para jasa asuransi itu hanya menipu-nipu kita dengan premi-premi yang wajib yang harus kita bayarkan, padahal premi kita pada tahun pertama akan disikat 100% oleh mereka dan uang kita akan dimainkan oleh mereka di pasar saham untuk keuntungan mereka sendiri, begitu juga tahun berikutnya dan juga seterusnya

Sudah banyak sekali yang dikecewakan dengan jasa asuransi karena klaim uangnya sangat susah sekali ketika kita terjadi musibah, belum lagi tabungan kita disana yang dikuras habis di sana sehingga saldo tabungan kita yang logikanya harusnya banyak, sudah diperas habis oleh mereka.

Jadi apakah kita masih mau mempercayakan hidup kita pada organisasi yang jelas-jelas hanya mencari keuntungan seperti ini?

Bodoh sekali jika kita percaya dengan janji-janji para perusahaan asuransi tersebut. Mereka itu tujuannya mencari untung, sudah jelas mereka tidak mau dirugikan. Jadi kita jangan termakan janji-janji manis mereka. Para sales mereka selalu berargumen "bagaimana nanti kalau anda sakit dan biayanya sampai ratusan juta? Sanggupkah anda membayar? Tidak kan, karena itu ikutlah asuransi!"

banyak sekali orang Kristen yang berhasil diyakinkan atau ditipu oleh sales-sales asuransi begini. Kita harus ingat bahwa sebagai Kristen, jika kita ditanya, "bagaimana jika nanti anak kita sakit parah yang menelan biaya ratusan juta rupiah?" Maka seharusnya kita berkata, "Saya memiliki Tuhan Yesus, Bapa segala asuransi yang sanggup menyediakan keperluan saya dalam kondisi apapun. Karena itu saya tidak perlu asuransi, karena Tuhan saya mengajarkan kesusahan sehari cukuplah sehari"

(Matius 6:34 [LAI TB] Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.")

Penulis beritahu sodara, sudah terlalu banyak mukjizat yang diterima oleh orang-orang Kristen yang jelas mengaku bahwa mereka menerima mukjizat tepat di saat mereka dalam kesulitan keuangan, masalah sakit, dan berbagai macam masalah-masalah lainnya, termasuk penulis sendiri, penulis sendiri juga sudah merasakan bahwa ternyata Tuhan mampu menyediakan hal yang penulis perlukan pada saat-saat kritis sekalipun dengan cara yang sangat tidak duga.

Jadi untuk apalagi percaya dengan asuransi dimana kita dibodoh-bodohi harus menyetor premi kepada mereka yang jelas-jelas hanya akan mereka foya-foyakan. Lebih baik kita menyetor premi kepada gereja kan, membantu pendeta-pendeta di daerah yang kekurangan agar pekerjaan Tuhan bisa berlangsung lebih efisien atau membantu orang-orang sekitar yang membutuhkan daripada membayar premi ke perusahaan-perusahaan penipu tersebut, ya kan?

Jadi masih mau menganggap Tuhan Yesus sebagai sosok yang tidak bisa dipercayai sampai-sampai harus ke perusahaan asuransi segala?

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...