Monday, 12 October 2015

Anak Manusia dan Kitab Henokh

Anak Manusia dan Kitab Henokh

Satu-satunya frase "Anak Manusia" di dalam Perjanjian Lama hanya terdapat di kitab Daniel.

(Daniel 7:13 [TERJEMAHAN BEBAS] Aku melihat di dalam penglihatan malam itu dan sesungguhnya bersama dengan awan-awan langit, ada seperti Anak Manusia, dia datang dan dia sampai ke hadapan SANG PURBAKALA dan mereka (awan-awan itu) membawanya ke hadapan-Nya
7:14 Dan kepadanya, Dia memberikan kuasa dan kemuliaan dan kerajaan, dan seluruh bangsa, manusia, dan bahasa akan menyembah/ melayaninya, kekuasaannya adalah kekuasaan kekal yang tidak akan berlalu dan kerajaannya yang tidak akan hancur
Aram: חָזֵה הֲוֵית, בְּחֶזְוֵי לֵילְיָא, וַאֲרוּ עִם-עֲנָנֵי שְׁמַיָּא, כְּבַר אֱנָשׁ אָתֵה הֲוָא; וְעַד-עַתִּיק יוֹמַיָּא מְטָה, וּקְדָמוֹהִי הַקְרְבוּהִי.
וְלֵהּ יְהִב שָׁלְטָן, וִיקָר וּמַלְכוּ, וְכֹל עַמְמַיָּא אֻמַּיָּא וְלִשָּׁנַיָּא, לֵהּ יִפְלְחוּן; שָׁלְטָנֵהּ שָׁלְטָן עָלַם, דִּי-לָא יֶעְדֵּה, וּמַלְכוּתֵהּ, דִּי-לָא תִתְחַבַּל.

Transliteration: Khazeh haweyt bekhezwey leylya wa'are im ananey shemayya kevar enash ateh hawah wead atiq yomayya metah uqedamohi haqrevuhi
Weleh yehev sholtan weyaqar umalkhu wekhol ammayya ummayya welisshannayya leh yiphlekhun sholtanneh sholtan alam diy la yaadeh umalkhuteh di la titkhabbel


Teks di atas ditulis dalam bahasa Aram. Sepertinya tidak berlebihan kalau Daniel sendiri yang menulis teks ini karena pada zaman pembuangan, memang bahasa yang digunakan oleh orang-orang Yahudi buangan adalah bahasa Aram.

Namun muncul pertanyaan, bagaimana kalau hanya modal satu ayat seperti ini, orang-orang Yahudi dapat memahaminya? Atau lebih gampangnya, bagaimana sebenarnya orang-orang Yahudi sendiri memahami teks ini, terutama orang-orang Yahudi pada zaman Tuhan Yesus?

Agar kita dapat memahami pola pikir orang-orang Yahudi pada zaman tersebut, maka mau tidak mau kita harus membaca kitab -kitab mereka yang muncul pada abad itu/ pada zaman Tuhan Yesus atau sebelumnya.

Salah satu sumber acuan utama adalah kitab Henokh. Menurut para ahli, Kitab Henokh ini merupakan kitab yang ditulis pada 100 SM, artinya 100 tahun sebelum Tuhan Yesus lahir, kitab ini sudah ada dibaca dan kitab ini dibaca oleh orang-orang Yahudi pada zaman itu.

Tidaklah berlebihan kalau kita menduga atau bahkan hampir pasti bahwa kitab ini dikenal di kalangan luas orang-orang Yahudi pada zaman itu mengingat di dalam gulungan laut mati, teks dari kitab Henokh ini juga ditemukan dalam bahasa Aram dan Ibrani. Artinya, orang-orang Yahudi sendiri pada zaman Tuhan Yesus atau sebelumnya juga membaca kitab ini atau bahkan mengimaninya sebagai wahyu ilahi.

DI dalam kitab Henokh, tertulis sesuatu yang menarik mengenai Anak Manusia

(1 Henokh 46:1 [TERJEMAHAN BEBAS] Dan aku melihat Seseorang yang adalah SANG PURBAKALA. Kepala-NYA putih seperti wol dan bersama-sama dengan DIA, ada satu makhluk lagi yang wajah-Nya seperti manusia dan wajah-Nya penuh dengan kelembutan, seperti salah seorang dari para malaikat
46:2 Dan aku bertanya kepada malaikat yang pergi bersamaku dan menunjukkan kepadaku segala sesuatu yang tersembunyi, mengenai Anak Manusia, siapakah Dia, dan darimanakah Dia dan kenapa Dia ada bersama-sama dengan SANG PURBAKALA?
46:3 Dan dia menjawab dan berkata kepadaku, "Inilah Anak Manusia yang memiliki Kebenaran, yang mana dengan-Nya, kebenaran itu tinggal dan yang menyingkapkan segala harta dari apa yang tersembunyi. Karena Tuhan dari segala roh telah memilih Dia yang takdirnya adalah di hadapan Tuhan dari segala roh di dalam kekekalan selama-lamanya)

(1 Henokh 48:2 [TERJEMAHAN BEBAS] Dan pada saat itu, Anak Manusia telah diberi Nama di hadapan Tuhan dari segala roh dan Nama-Nya di hadapan SANG PURBAKALA
48:3 Tepat, sebelum matahari dan tanda-tanda diciptakan. Sebelum bintang-bintang di langit diciptakan. Nama-Nya telah diberikan di hadapan Tuhan dari segala roh
48:4 Dia akan menjadi tongkat bagi orang-orang benar yang diatasnya mereka tinggal dan tidak terjatuh. Dan Dia akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa dan harapan bagi mereka yang remuk hati
48:5 Semua yang tinggal di bumi akan sujud dan menyembah-Nya dan memuji dan memberkati dan bergembira dengan lagu Tuhan dari segala roh
48:6 Karena alasan inilah, Dia telah dipilih dan disembunyikan dihadapan-Nya, sebelum penciptaan dunia dan untuk selamanya)


Jadi, kedua frase dalam kitab Henokh di atas ternyata menjelaskan lebih jauh siapa sosok Anak Manusia ini. Anak Manusia ini ternyata adalah sosok yang sudah ada sebelum penciptaan dimana Dia telah ditentukan oleh SANG PURBAKALA (YHWH), untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa dan semua bangsa harus menyembah Anak Manusia ini. Inilah pandangan orang-orang Yahudi sebelum zaman Tuhan Yesus.

Kalau boleh disimpulkan, itu artinya, sebelum Tuhan Yesus lahir, orang-orang Yahudi pada zaman itu sudah meyakini bahwa akan ada sosok Anak Manusia yang rupa-Nya seperti manusia, penuh belas kasihan yang akan datang dan menerima pemerintahan dari SANG PURBAKALA.

Tuhan Yesus sendiri sering menyamakan Diri-Nya dan menyebut Diri-Nya dengan sebutan "Anak Manusia (Bar Enash בר אנש)". Bisa jadi, bahwa Tuhan Yesus tahu dengan jelas konsep Anak Manusia yang terdapat di dalam Kitab Henokh dan mengafilisiasikan Diri-Nya bahwa Dia-lah Anak Manusia yang akan datang itu

Jadi bisa dikatakan, kitab Henokh merupakan sebuah penuntun atau persiapan bagi orang-orang Yahudi pada saat itu agar ketika Tuhan Yesus datang, mereka sudah tidak asing lagi dengan konsep tentang Anak Manusia karena mereka sudah tahu bahwa Anak Manusia pasti akan datang yang sosoknya seperti Manusia.

Mengingat kitab ini sendiri juga dibaca oleh Yudas, saudara Tuhan Yesus, bahkan dikutip ceritanya dan juga dikutip oleh Petrus sendiri, maka tidaklah terlalu berlebihan kalau kita mengatakan bahwa kitab ini cukup layak untuk diperhitungkan untuk dibaca.

Tertarik untuk membaca kitab Henokh? Namun, alangkah baiknya bagi mereka yang belum kuat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru untuk tidak dahulu membaca kitab tersebut.

Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

1 comment:

  1. Kitab Henokh kurang dibahas oleh para theolog saat ini

    ReplyDelete

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...