Sunday, 9 August 2015

Markus 7:18-19 Tuhan Yesus Menyatakan Semua Makanan Halal?

Markus 7:18-19 Tuhan Yesus Menyatakan Semua Makanan Halal?
Mark 7:18-19

(Markus 7:18 [LAI TB] Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
7:19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.)
Yunani: Καὶ λέγει αὐτοῖς, Οὕτως καὶ ὑμεῖς ἀσύνετοί ἐστε; Οὐ νοεῖτε ὅτι πᾶν τὸ ἔξωθεν εἰσπορευόμενον εἰς τὸν ἄνθρωπον οὐ δύναται αὐτὸν κοινῶσαι,
ὅτι οὐκ εἰσπορεύεται αὐτοῦ εἰς τὴν καρδίαν, ἀλλ᾽ εἰς τὴν κοιλίαν• καὶ εἰς τὸν ἀφεδρῶνα ἐκπορεύεται, καθαρίζον πάντα τὰ βρώματα.
Transliterasi: Kai legei autois, Outos kai hymeis asynetoi este? Ou noiete hoti pan to exothen eisporeumenon eis ton anthropon ou dynatai auton koinosai,
hoti oukh eisporeutai autou eis ten kardian, all eis ten koilian; kau eis ton aphedrona ekporeutai, katharizon panta bromata


Well ini serius dan tidak dikarang-karang. Tahukah bahwa frase "dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal" itu tidak ada di dalam bahasa Yunaninya? Alkitab kita (versi Lembaga Alkitab Indonesia), jelas menambahkan frase tersebut yang jelas-jelas tidak ada di dalam bahasa Yunaninya.

Perlu kita ketahui, bahwa Alkitab kita yang diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia itu, tidak diterjemahkan langsung dari bahasa Ibrani dan Yunani, tetapi menggunakan Alkitab-Alkitab versi terjemahan bahasa Inggris sebagai panduannya.

Jadi gampangnya begini, jika versi terjemahan bahasa Inggris itu salah dalam menerjemahkan dari bahasa Yunaninya, maka dengan sendirinya LAI akan mengikuti terjemahan yang keliru tersebut.

Buktinya apa kalau LAI menggunakan terjemahan bahasa Inggris sebagai acuannya? Terlihat sekali bahwa LAI menerjemahkan frase tersebut persis sekali dari Alkitab-alkitab bahasa Inggris. Lihat contohnya:

(Markus 7:19 [NAS] because it does not go into his heart, but into his stomach, and is eliminated?" (Thus He declared all foods clean.)]
Terjemahan: Karena tidak masuk ke dalam hati, tetapi ke dalam perutnya dan dihancurkan?" (Demikianlah, Ia menyatakan semua makanan bersih)

(Markus 7:19 [NIV] For it doesn't go into his heart but into his stomach, and then out of his body." (In saying this, Jesus declared all foods "clean.")]
Terjemahan: Karena tidak masuk ke dalam hatinya, tetapi ke perutnya dan kemudian keluar dari tubuhnya." (Dengan mengatakan hal ini, Yesus menyatakan semua makanan "bersih")


Lihat 2 contoh versi bahasa Inggris di atas yang menerjemahkan demikian. Terbukti sangat jelas bahwa Alkitab kita (Lembaga Alkitab Indonesia), menjadikan alkitab-alkitab bahasa Inggris sebagai standar utama terjemahannya, bukan diterjemahkan langsung dari bahasa Ibrani dan Yunaninya.

Well, tanpa mengurangi rasa respek dan hormat kepada LAI, tentu saja hal tersebut tidak bisa dibenarkan.

Kita kembali lagi ke topik. Coba silahkan perhatikan kedua terjemahan bahasa Inggris di atas, kenapa kedua versi di atas itu menggunakan "tanda kurung" dalam frase "demikianlah, Ia menyatakan semua makanan halal"?

Kenapa? SImpel jawabannya, karena frase itu tidak ada di dalam teks Yunaninya. Itu hanyalah "parafrase" yang dilakukan oleh para penerjemah.

Apa sih itu parafrase? Parafrase kira-kira kalau diartikan adalah suatu dugaan atau tafsiran yang dilakukan oleh para penerjemah dalam menerjemahkan teks tersebut akibat adanya ketidakjelasan atau kerancuan ketika berusaha menerjemahkan teks aslinya. Akibat adanya kesulitan tersebut, maka penerjemah membuat sendiri terjemahannya hanya berdasarkan dugaan dan perkiraan dari penerjemah tersebut. Jadi, parafrase itu bukanlah terjemahan harafiah kata per kata dari teks aslinya, tetapi lebih kepada sebuah dugaan dari para penerjemah bahwa tampaknya teks tersebut berbunyi demikian.

Kenapa para penerjemah itu perlu menduga-duga hasil terjemahan tersebut? Karena dalam ayat di atas, di dalam teks Yunaninya, sangat sulit sekali untuk diterjemahkan. Sodara yang paham dan bisa bahasa Yunani, ketika membaca teks di atas dalam bahasa Yunaninya, maka sodara pasti akan pusing dan bingung, karena sangat rancu sekali dan tidak jelas apa maksudnya.

Karena ketidakjelasan seperti inilah, maka versi-versi bahasa Inggris seperti NAS (New American Standard) atau pun NIV (New International Version) menambahkan sebuah frase di dalam kurung, yaitu frase "dengan demikian Ia menyatakan semua makanan itu halal".

Jadi, kita harus perhatikan baik-baik, bahwa frase tersebut hanyalah dugaan dari para penerjemah yang diakibatkan karena teks tersebut memang sulit sekali dipahami dalam bahasa Yunaninya sehingga mereka menambahkan "frase" tersebut yang sebenarnya tidak ada di dalam bahasa Yunaninya.

Para penerjemah King James Version saja, yang terkenal keakuratannya dalam menerjemahkan secara harafiah kata per kata dari bahasa aslinya, juga tidak berani menerjemahkan teks di atas secara sembarangan sehingga KJV (King James Version) hanya menerjemahkan seperti ini

(Markus 7:19 [KJV] Because it entereth not into his heart, but into the belly, and goeth out into the draught, purging all meats?)
Terjemahan: Karena hal tersebut masuk tidak ke dalam hatinya, tetapi ke dalam perut dan keluar menuju "Draught", membersihkan semua makanan?


Lihat versi KJV di atas, para penterjemah KJV sendiri juga kesulitan menterjemahkan frase di atas, sehingga mereka hanya menulis "purging all meat? (membersihkan semua makanan?)". KJV sama sekali tidak melakukan parafrase dengan menambahkan frase "dengan demikian ia menyatakan semua makanan itu halal". Di sini KJV sangat jujur dan membiarkan teks itu apa adanya, meskipun terdengar janggal, tetapi para penerjemah KJV lebih memilih untuk membiarkan teks itu berbicara apa adanya.

Jadi sama sekali tidak ada frase "dengan demikian Ia menyatakan semua makanan itu halal" di dalam ayat di atas. Frase tersebut hanyalah dugaan/ parafrase dari para penerjemah-penerjemah versi bahasa Inggris seperti NIV dan NAS yang sangat sayangnya, digunakan oleh Lembaga Alkitab Indonesia sebagai acuan utama terjemahan mereka. Jadi sekarang sodara sudah tahu kan darimana LAI mendapatkan ilham "dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal"?

Balik lagi ke KJV. Kenapa KJV sendiri juga kesulitan dalam menerjemahkan teks di atas? Karena teks Yunani di atas memang sangat rancu sekali. Hanya dituliskan teks seperti ini "Katharizon Panta Ta Bromata καθαρίζον πάντα τὰ βρώματα" yang arti harafiahnya adalah "membersihkan semua makanan".

Lantas dimana letak permasalahannya? Letak permasalahannya adalah di kata "Katharizon καθαρίζον" dimana kata ini merupakan bentuk kata kerja Netral dimana pelakunya sudah pasti bukan manusia. Pelakunya pasti benda mati! Hal inilah yang membuat versi KJV hanya menerjemahkan kata "purging" saja tanpa menyebutkan siapa pelakunya. Kenapa? Karena dalam teks Yunaninya, memang hanya ditulis demikian.

Jadi gampangnya begini, dari kata kerja "Katharizon καθαρίζον (membersihkan)" ini, jelas tertulis bahwa pelakunya pasti adalah benda mati, bukan orang, maka alangkah mengherankan sekali kalau baik NIV, NAS, dan juga LAI malah memberikan sebuah parafrase yang fatal dengan mengatakan bahwa subyek pelakunya adalah Tuhan Yesus? Padahal pelaku dari kata kerja itu adalah Netral, alias benda mati. Nah lho?

Jadi, teks Markus 7:19 di atas, kalau kita terjemahkan secara harafiah dari bahasa Yunaninya, maka akan berbunyi seperti ini

(Markus 7:19 [TERJEMAHAN BEBAS] Sebab tidak masuk ke dalam hatinya, tetapi ke dalam perutnya; dan keluar ke dalam jamban, membersihkan semua makanan)
Yunani: ὅτι οὐκ εἰσπορεύεται αὐτοῦ εἰς τὴν καρδίαν, ἀλλ᾽ εἰς τὴν κοιλίαν• καὶ εἰς τὸν ἀφεδρῶνα ἐκπορεύεται, καθαρίζον πάντα τὰ βρώματα.
Transliterasi: hoti oukh eisporeutai autou eis ten kardian, all eis ten koilian; kau eis ton aphedrona ekporeutai, katharizon panta bromata


Dari terjemahan harafiah di atas, maka kita tahu, itulah terjemahan apa adanya dari teks Yunaninya, tidak ditambah-tambah dan tidak dikurang-kurangi.

Namun, jika kita analisa kata "Katharizon καθαρίζον (membersihkan)" yang mana kita sudah sama-sama tahu bahwa kata kerja itu berbentuk Netral, yang artinya kita tahu bahwa pelaku dari kata kerja itu adalah benda mati, maka sangat besar kemungkinan bahwa pelaku dari kata kerja tersebut adalah "jamban" itu sendiri.

Jadi, yang ingin dikatakan dalam teks di atas adalah "jamban yang membersihkan segala makanan itu". Jadi, semua makanan masuk ke dalam perut, dan dibuang ke jamban, dan jambanlah yang membersihkan semuanya itu.

Tetapi tentu saja hal ini masih rancu, karena dari struktur teks bahasa Yunani di atas dalam ayat tersebut yang memang sangat menyulitkan sekali bagi kita untuk memahami apa makna sesungguhnya. Tidak heran kalau penerjemah-penerjemah lainnya juga kesulitan untuk menterjemahkan teks di atas dengan tepat. King James Version saja hanya berani menterjemahkan "purging all meats?" tanpa menjelaskan siapa pelakunya. Karena memang teks di atas sangat tidak jelas. King James Version lebih jujur dalam hal ini dan membiarkan teks tersebut berbunyi apa adanya (meskipun sulit dimengerti) ketimbang versi-versi lainnya seperti NAS (New American Standard) dan juga NIV (New International Version) yang menurut saya entah sengaja atau gegabah dalam menambahkan frase tambahan tersebut yang sangat sayangnya sekali digunakan juga oleh LAI (Lembaga Alkitab Indonesia)

Lalu apa ada solusinya? Solusinya adalah kita harus melihat ke dalam teks bahasa Aramnya, yaitu teks Syriac, baik dari Peshitta yang berasal dari tahun 400 Masehi, dan juga versi Old Syriac yang berasal dari 200 Masehi. Kedua versi ini jauh lebih tua dari pada teks-teks Yunani yang kita miliki. Jadi, sangat layak untuk kita jadikan perbandingan.

Mari kita lihat teks Markus 7:19 dalam versi bahasa Aramnya.

(Markus 7:19 [OLD SYRIAC] Karena sebab tidak masuk ke hati tetapi ke perut yang dilemparkan ke luar yang mana semua makanan itu dibersihkan
Aram: מטל דלא הוא גיר ללבא עאל אלא לכרסא שמשתדא לבר שמשדכא כולה מאכולתא
Transliterasi: Metul dela hewa geyr lelebba ael ela lekharsa shemistede levar shemishtede kuleh mekhulta

(Markus 7:19 [PESHITTA] Karena tidak masuk ke dalam hatinya, tetapi ke perutnya dan dilemparkan ke jamban yang mana semua makanan itu dibersihkan)
Aram: דּלָא ה֗וָא ללֵבֵּה עָאֵל֖ אֵלָא לכַ̅רסֵה֖ ומֵשׁתּדֵ̅א בּתַ̅ד̅כִּיתָ̅א֖ דַּמדַ̅כּיָא כֻּלָה מֵאכֻ̅ולתָּא֖׃
Transliterasi: De'la hwa lelebbeh a'el ela' lekharseh wemishtade betadkita damdakhya mekhulta


Ternyata, dalam bahasa Aramnya, sangat jauh lebih jelas. Dikatakan dalam versi Peshitta di atas, bahwa semua makanan tersebut akan dibuang di jamban yang mana semua makanan itu akan dibersihkan di dalam jamban tersebut.

Jadi, sangat jelas sekali bahwa dalam versi bahasa Aramnya, sudah sangat ketahuan apa makna teks di atas. "Jamban" lah yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus dimana seluruh makanan itu akan dibersihkan.

Sama seperti begini, ketika kita melihat ada kotoran di rumah, maka kita pasti akan "membersihkannya" bukan? Itulah yang dimaksudkan di dalam ayat di atas, dimana semua makanan dibuang dari perut ke jamban dan dibersihkan oleh jamban itu. Jadi kata "dibersihkan" itu lebih mengacu kepada sebuah makna "menyapu bersih". Inilah yang dimaksudkan oleh teks Markus 7:19 ini.

Dalam teks bahasa Yunani memang rancu, tetapi tidak dalam teks dalam bahasa Aram. Dalam bahasa Aram sangat jelas sekali apa bunyinya teks itu. Orang yang bisa bahasa Aram pasti akan segera memahami teks tersebut dan tahu bahwa jambanlah yang membersihkan semua makanan tersebut.

Untuk lebih meyakinkan lagi bahwa saya tidak ngarang-ngarang/ membuat-buat/ mengada-ngada, saya akan kutipkan salah satu terjemahan bahasa Inggris yang bersumber dari teks bahasa Aram ini.

(Markus 7:19 [Etheridge] because it entereth not into his heart, but into his belly, and is cast out in the purgation which all food purgeth ?)
Terjemahan: Karena masuk tidak ke dalam hatinya, tetapi ke dalam perutnya dan dilemparkan ke jamban yang mana semua makanan itu dibersihkan?


Versi di atas adalah versi Etheridge yang mana versi tersebut adalah versi bahasa Inggris yang diterjemahkan dari teks bahasa Aramnya. Jadi, sama sekali tidak ada kan frase "dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal"? Malah dikatakan justru "jamban" itulah, tempat dimana semua makanan itu dilemparkan dan dibersihkan di sana.

Jadi sudah jelas kan bahwa sama sekali tidak ada frase "dengan demikian Ia menyatakan semua makanan itu halal" baik dari teks Yunaninya, maupun dari teks Aramnya.

Sayang sekali, Alkitab kita menambahkan frase yang berbahaya tersebut yang tidak ada di dalam teks Yunaninya maupun Aramnya. Well, teologi semua makanan sudah dihalalkan ini seperti sebuah kanker yang sudah tidak mungkin lagi diobati dimana semua orang-orang Kristen mengimaninya dan terus menerus melanggar perintah Tuhan. Salah satu penyebabnya adalah terjemahan yang keliru seperti ini.

Well, kalau sudah jadi kanker, ya sudah sulit diobati. Akhirnya hanya orang-orang tertentu saja yang memahaminya dan mau berubah. Tetapi mereka yang sudah kolot, dan yang tidak memakai logika dalam menafsir (yang penting makan kenyang dan nafsu), pasti akan terus menerus ngotod bahwa semua makanan sudah dihalalkan.

Logika harus dipakai, apakah mungkin perintah Tuhan bisa berubah? Kalau Tuhan saja tidak konsisten model begitu, bisa berubah-berubah, untuk apa kita mengimani Tuhan yang seperti itu? Kalau Tuhan plin-plan seperti itu dan sedikit-sedikit-sedikit merubah perintah-Nya, maka apa alasannya kalau sodara yakin bahwa Tuhan saat ini tidak akan lagi merubah perintah-perintah-Nya sesuka hati-Nya dan mendadak Dia berubah pikiran untuk membatalkan sodara untuk menjadi umat-Nya? Apa sodara mau mengimani Tuhan seperti itu? Jelas tidak kan.

Jadi, kalau Tuhan sudah katakan ada makanan yang haram untuk dimakan, maka janganlah kita berusaha menantang Tuhan dengan menghalalkannya.

Logika harus dipakai, semua binatang-binatang yang diharamkan Tuhan itu, semuanya berbahaya bagi kesehatan dan biang penyakit-penyakit berbahaya. Apakah menurut sodara, Tuhan ingin sodara sakit-sakitan dengan memakan makanan-makanan berbahaya tersebut? Jelas tidak. Tuhan sebagai Bapa yang baik tidak ingin sodara itu sakit-sakitan, makanya Dia melarang kita makan-makanan berbahaya tersebut. Hanya setan yang ingin sodara sakit-sakitan, makanya dia menghembuskan sebuah teologi berbahaya seperti ini sehingga semua orang Kristen hobi makan-makanan berbahaya tersebut agar mereka semua sakit-sakitan dan cepat mati.

Silahkan pakai logika, mana yang benar. Lagipula, bukannya Tuhan Yesus sendiri sudah bilang bahwa tidak ada satupun perintah Hukum Taurat yang akan batal?

(Matius 5:17. [LAI TB] "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. )


Jika Tuhan Yesus sudah mengatakan seperti itu, maka logika kita lagi-lagi harus jalan, artinya larangan makanan haram dan halal itu masih berlaku. Pakailah logika kita dengan benar.

Kisah yang terjadi di dalam Markus 7:18-19, kalau dibaca konteksnya dengan benar dari ayatnya yang pertama, maka kita tahu, kasus yang sebenarnya terjadi adalah tradisi-tradisi Yahudi atau perintah-perintah tambahan yang orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tambahkan mengenai tidak mencuci tangan ketika makan. Orang-orang Farisi mengajarkan bahwa makan dengan tangan yang tidak dibasuh adalah najis. Padahal perintah itu tidak ada di dalam Hukum Taurat.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus menegur mereka. Jadi yang Tuhan Yesus tentang adalah adat istiadat orang-orang Farisi tentang mencuci tangan yang memang tidak ada larangan seperit itu di dalam Hukum Taurat, bukan Hukum Tauratnya yang Tuhan Yesus tentang. Oleh karena itu, sangat mengherankan sekali kalau masih banyak dari antara kita yang masih memakai ayat Markus 7:18-19 untuk mengatakan bahwa “halal” untuk memakan makanan yang telah dilarang Allah. Apa yang sudah Tuhan larang, jangan kita berani menyatakan halal.

Baca konteks dengan benar, kecuali kalau di dalam kisah tersebut memang tertulis jelas bahwa Tuhan Yesus sedang makan babi, darah, lemak, dan segala makanan yang dilarang Tuhan lainnya, dan setelah itu Tuhan Yesus berkata “semuanya sudah halal”, maka barulah kita boleh membangun teologi tersebut. Namun, konteks dalam ayat itu kan tidak demikian bukan? Lantas kenapa kita membenarkan diri kita di hadapan Tuhan dan berusaha melawan dan merubah perintah-perintah Tuhan?

(Yehezkiel 22:26 [LAI TB] Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka.)

Ikut Tuhan saja, jangan ikuti segala macam “imam-imam, pengajar-pengajar, atau bahkan pendeta-pendeta” yang jelas-jelas mengajarkan untuk memperkosa Hukum Taurat Tuhan. Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan bahwa Hukum Taurat batal. Kembalilah kepada apa yang Tuhan Yesus katakan dan ajarkan, bukan yang lain.

Well, akhir kata, sudah jelas bahwa sama sekali tidak ada frase "dengan demikian Ia menyatakan semua makanan itu halal" di dalam Markus 7:19. Jelas tidak ada baik di dalam teks Yunaninya, maupun di dalam teks Aramnya. Tuhan Yesus tidak pernah mengatakan hal seperti itu, karena kalau Dia memang mengatakan hal seperti itu, maka Tuhan Yesus akan berkontradiksi dengan diri-Nya sendiri bahwa Dia tidak meniadakan Hukum Taurat. Masa sodara mau mengimani Tuhan Yesus yang berkontradiksi dengan Diri-Nya sendiri (tidak konsisten)?

Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

5 comments:

  1. Saya 100% setuju dengan uraian ini. Banyak teman2, bahkan pendeta2 menyatakan makanan haram menjadi halal krn ayat ini. Namun, sdh lama saya bertanya2... apa benar spt itu? Krn ada ayat yg mengatakan bahwa Tuhan datang bukan utk membatalkan hukum Taurat, tetapi menggenapinya (& meluruskannya). Skr saya tahu kalau memang salah diterjemahkan. Terima kasih utk pencerahannya. GBU.

    ReplyDelete
  2. Saya telah membaca artikel dalam web ini berkaitan apa itu erti perjanjian, makanan yang di haramkan al kitab dan termasuk artikel ini. terima kasih sebagai muslim ia menguatkan apa yang saya percayakan.malah saya setuju berdasarkan ketiga2 artikel berkenaan.

    ReplyDelete
  3. Siip gan (y)
    Jadi ayat ini bisa disimpulkan bahawa bukan najis secara jasmani(dengan makanan yang haram) yg ditekankan tetapi yang najis secara batin yaitu apa yang keluar dari hati yang jahat

    Karna umat perjanjian baru lebih ditekankan secara batinia, tetapi najis secara jasmani juga tidak boleh dilupakan juga karna apa yang telah diharamkan Tuhan adalah sumber penyakit, jadi kalau tetap dimakan terus sakit jangan salahkan Tuhan mungkin kita aja yang kadang nakal pingin coba2

    Thx infonya gan(y)

    ReplyDelete
  4. Buat kawan2 semua. Namanya makanan itu mana ada yang haram. Tifak ada di Alkitab dikatakan makanan yang haram tapi yg ada itu binatang yang haram. Binatang haram itu seumpama batu, kalau batu kita rendang apakah batu itu jadi makanan. Tentu tidak bukan? Begitu juga Binatang haram contohnya babi. Mau kita masak gimanapun babi itu tetap binatang haram tidak akan bisa menjadi makanan. Dan berbicara tentang kitab markus 7 itulan berbicara tentang adat istiadat orang yahudi yg meninggi ninggikan tradisi. Seperti halnya cuci tangan sampai kesiku sebelum makan. Mereka lebih meninggikan tradisi dari pada firman Allah itu sendiri, makanya Yesus sampai berkata seperti itu bahwa bukan yg masuk kedalam tubuh yg menajiskan orang tetapi perkataan perbuatan hawa nafsu itu yg menajiskan orang. Dan yesus tidak ada berbicara tentang binatang haram jadi makanan dalam kitab markus 7 tersebut. Makanya semua isi Alkitab itu berhubungan satu dengan yg lain. Kebanyakan saudara2 kita umat kristen hanya mengambil setengah2 saj sedikit2 saja ayat2 yg mereka kutib dan perdebatkan. Allah itu tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Masa dulu Allah mengharamkan contoh babi tiba2 mengahalalkannya. Semua kitab2 itu berkelanjutan makanya buat semua saudara2ku didalam Yesus mari tetap kita kuatkan iman kita. Nabi2 palsu sedang berusaha untuk menyerongkan firman Tuhan itu dengan bantuan siiblis berbagai macam cara mereka gunakan bahkan dengan ayat2 Alkitab itu sendiri. Waspalah bukankah sudah dinubuatkan bahkan akan ada umat2 yg setia ikut terjerumus dalam kuasa2 nabi2 palsu itu. Maka siapkan perlengkapan senjata Allha seperti yg tertulis dalam kitab efesus. Tuhan Yesus memeberkati kita.

    ReplyDelete
  5. Saya sebagai umat kristen sudah lama memikirkan masalah ini, namun selalu mentok jika membaca ayat yang diterjemahkan oleh LAI, terima kasih atas pencerahannya, namun ada juga yang menjadi pertanyaan saya yaitu mengenai perintah Tuhan tentang hari sabat. apakah hari sabat itu hari sabtu atau hari minggu? mohon admin pencerahannya. Terima Kasih Tuhan Memberkati.

    ReplyDelete

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...