Wednesday, 29 July 2015

Wajib Dibaca: Makna Kasih Karunia yang Benar

Wajib Dibaca: Makna Kasih Karunia yang Benar
Grace

Apa sih kasih karunia itu? Pahami kasih karunia dengan benar sehingga kita tidak terjebak dengan pemahaman-pemahaman yang sebenarnya keliru mengenai kasih karunia. Artikel ini wajib dibaca agar kita tidak terjebak oleh pemahaman yang sebenarnya tidak benar mengenai kasih karunia.

Kebanyakan orang Kristen sekarang memiliki teologi seperti ini, Hukum Taurat sudah batal dan digantikan dengan Kasih Karunia. Gampangnya, mayoritas orang-orang Kristen meyakini bahwa Hukum Taurat sudah tidak berlaku dan digantikan dengan Kasih Karunia. Hukum Taurat itu jahat dan harus dihindari, sedangkan kasih karunia itu baik dan kita bisa hidup bebas di dalam Kasih Karunia. Inilah teologi dari mayoritas kita/ orang-orang Kristen saat ini.

Tetapi benarkah ini? Benarkah pemahaman kasih karunia seperti ini? Ini jelas pemahaman yang keliru. Jadi, bagaimana cara kita memahami kasih karunia dengan benar?

Arti Kasih Karunia yang sebenarnya adalah saat dimana sodara dan saya diangkat jadi umat Allah secara cuma-cuma, bukan melalui perbuatan kita, tetapi melalui kematian Tuhan Yesus. Kita diangkat untuk dapat mengikat Perjanjian dengan Allah. Jadi, melalui darah Kristus, bukan perbuatan kita, kita secara cuma-cuma diangkat menjadi umat Allah. Inilah makna kasih karunia yang sesungguhnya.

Sampai di sini benar. Namun, mayoritas orang-orang Kristen memelintirnya sampai keterusan sehingga mereka membuat sebuah teologi berbahaya bahwa Hukum Taurat jadi tidak berlaku. Ini salah total. Kenapa? Karena ada ketetapan-ketetapan Tuhan yang harus ditaati oleh umat-umat Perjanjian ini.

Gampangnya begini, ini analogi termudah untuk memahami kasih karunia:

"Katakanlah sodara saat ini seorang gembel jalanan, miskin, baju kumuh, kusam, dan berbagai macam hal-hal buruk lainnya sodara miliki. Mendadak datang presiden Jokowi yang tanpa melihat rupa sodara, langsung mengangkat sodara jadi anak atau pun menjadi ajudan, padahal sodara sama sekali tidak mengenalnya.

Nah, inilah arti kasih karunia yang sesungguhnya dimana Jokowi mengangkat kita menjadi anak atau ajudannya secara cuma-cuma, bukan karena jasa kita untuk dapat tinggal di rumahnya.
Namun, jangan sampai terkecoh, adakah ketika kita sampai di rumah presiden Jokowi kita bisa hidup seenaknya seperti sewaktu kita masih jadi gembel? Kita bebas pulang jam 2 malam, bebas bangun sampai jam 12 siang, dan bebas melakukan segalanya?

Sama sekali tidak!. Justru ketika kita berada di rumah presiden Jokowi tersebut, kita harus hidup sesuai dengan tata aturan yang ada di rumah Jokowi atau yang presiden Jokowi telah tetapkan kepada kita. Ada tidak orang yang tadinya gembel, lalu menjadi anak atau ajudan presiden, tetapi si gembel itu yang ngarang peraturan-peraturannya sendiri semau-maunya di rumah presiden Jokowi? Sama sekali tidak ada. Justru si gembel itu yang harus hidup di dalam peraturan-peraturan yang telah Jokowi tetapkan di dalam rumahnya.

Di sinilah letak fatalnya kebanyakan dari kita/ orang-orang Kristen memahami kasih karunia. Tuhan selalu mengajukan syarat bagi siapa pun yang ingin menjadi umat-Nya agar hidup di dalam peraturan-peraturan yang telah Dia tetapkan. Itu adalah bagian dari Perjanjian.

Sama seperti presiden Jokowi tersebut yang sudah pasti mengajukan syarat terlebih dahulu kepada gembel tersebut jika gembel tersebut mau diangkat menjadi anaknya atau ajudannya untuk hidup di dalam peraturan-peraturan yang telah dia tetapkan.

Makna "perjanjian" itu adalah kesepakatan antara kedua belah pihak. Artinya ada pihak yang mengajukan persyaratan, dan ada pihak yang menyetujui. Nah, kita adalah umat Perjanjian, artinya kita harus mentaati setiap persyaratan yang Tuhan ajukan agar kita dapat menjadi umat-Nya. Jika kita setuju untuk menjadi umat Allah, maka kitalah yang harus tunduk pada ketetapan-ketetapan Tuhan, bukannya Tuhan yang malah tunduk pada peraturan-peraturan kita (inilah realita kekeristenan sekarang).

Ada tidak gembel yang sudah secara cuma-cuma/ keajaiban diangkat menjadi anak atau ajudannya Jokowi, tetapi justru gembel itu yang ngarang-ngarang sendiri peraturannya dan Jokowi yang justru harus mengikuti kemauan si gembel itu? Jelas tidak ada.

Demikian juga kita sebagai orang-orang Kristen. Kitalah yang harus mengikuti peraturan-peraturan Tuhan. Kita sudah diangkat secara cuma-cuma, kita yang tadinya gembel, umat tidak mengenal Allah, bukan keturunan Abraham secara daging, mendadak kita mendapatkan anugerah untuk menjadi umat Allah karena darah Kristus.

Tetapi tentu, setelah kita diangkat jadi Anak dan masuk rumah Tuhan, sudah jelas kitalah yang harus mengikuti tata krama di rumah Tuhan tersebut. Kita tidak boleh mencuri, menyembah patung, kita harus menguduskan hari Sabat, tidak makan darah, atau pun makanan-makanan yang dilarang Tuhan lainnya, dan perintah-perintah lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan perjanjian antara kita dengan Tuhan.

Jadi, inilah makna kasih karunia yang benar. Pahamilah kasih karunia secara utuh. Kita harus hidup sesuai dengan aturan Tuan Rumah, yaitu Tuhan. Dimana kita bisa tahu apa saja aturan-aturan itu? Ya, Hukum Taurat. Bukannya Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan bahwa kita harus mentaati Hukum Taurat?

(Matius 5:17 [LAI TB] "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.)


Jadi, kalau Tuan Rumah sudah mengatakan demikian, kenapa justru kita yang malah mau menentang Tuan Rumah? Adakah si gembel yang justru ngarang peraturannya sendiri di rumah Sang Tuan? Simpulkan sendiri dan renungkan sendiri, mana yang benar, si gembel yang harus tunduk pada aturan Tuan Rumah, atau justru si gembel yang membantah dan mau mengarang peraturan sendiri di rumah Sang Tuan?

Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

3 comments:

  1. Syalom,
    mengenai makanan dan darah sudah lama saya bertanya2, sebagai contoh dalam suku saya yaitu batak kami sudah sejak lama memakan daging babi yang dimasak dengan darah, padahal Alkitab jelas2 melarang kedua hal ini. Saya jadi menduga mungkin kenapa orang Kristen batak tetap makan daging babi dan darah karena mereka menerjemahkan isi kitab Matius 15:11 secara literal begitu juga dengan Matius 26:28. Karena jika kita membaca suatu ayat dengan sepotong2 jadinya menimbulkan kebingungan, sehingga memang lebih baik kita membaca Alkitab dari awal (Kejadian) sehingga kita tidak keliru mengartikannya.
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Shalom

      Silahkan juga dibaca-baca artikel yang ini, agar sekiranya sodara mendapatkan berkat

      http://kebenaranalkitabmain.blogspot.com/2015/08/Markus-7-18-19-Tuhan-Yesus-Menyatakan-Semua-Makanan-Halal.html

      http://kebenaranalkitabmain.blogspot.com/2015/07/1-Timotius-4-15-Benarkah-Paulus-Mengatakan-Bahwa-Semua-Makanan-Sudah-Dihalalkan.html

      Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati sodara dan keluarga :)

      Delete

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...