Wednesday, 29 July 2015

Memahami Makna "Perjanjian" dengan Benar

Memahami Makna "Perjanjian" dengan Benar
Covenant

Apa sih "Perjanjian" itu? Kebanyakan kita/ orang-orang Kristen sering sekali mengatakan bahwa kita adalah umat Perjanjian, tetapi harus jujur dikatakan bahwa hampir mayoritas tidak mengerti apa itu sebenarnya "Perjanjian". Percaya atau tidak, jika kita gagal memahami apa itu makna dari kata "Perjanjian", maka kita akan kesulitan mengenal Tuhan dengan benar.

Sebenarnya tidak sulit memahami apa itu arti dari "Perjanjian". Kata "Perjanjian" kalau kita artikan jelas sangat mudah, yaitu kesepakatan antara kedua belah pihak. Ada pihak yang mengakukan persyaratan, dan ada pihak yang menyetujui. Pihak pertama mengajukan persyaratan tertentu, dan jika pihak kedua menyetujuinya, maka perjanjian tersebut menjadi sah.

Namun, kalau salah satu pihak melanggar kesepakatan perjanjian tersebut, maka perjanjian tersebut menjadi batal atau tidak berlaku. Contohnya begini, kalau kita membuat kesepakatan dengan bank dalam soal cicilan rumah dimana bank mengajukan persyaratan bahwa setiap bulan sodara harus membayar 5 juta, maka jika kita setuju, maka kita harus setiap bulannya membayar 5 juta kepada bank, dan sebagai gantinya, bank akan mengizinkan kita untuk tinggal di rumah kita yang belum lunas tersebut. Namun, apa jadinya kalau ternyata kita melanggar kesepakatan "perjanjian" tersebut? Sudah jelas, perjanjian itu jadi batal dan kita akan diusir dari rumah itu oleh pihak bank.

Tepat, inilah makna perjanjian yang sesungguhnya. Pemahaman dasar mengenai apa itu "perjanjian" sangat penting agar kita dapat memahami dan mengenal Tuhan dengan benar. Kalau kita saja sudah salah dalam memahami apa itu "perjanjian", percayalah kita sudah pasti akan keliru dalam mengenal Tuhan yang kita sembah.

Kenapa? Karena Tuhan juga demikian. Jikalah Tuhan mengikat "Perjanjian" dengan kita, maka apa artinya itu? Artinya ada syarat yang Tuhan ajukan kepada kita. Camkan ini, ada syarat yang Tuhan ajukan kepada kita. Setiap perjanjian, selalu ada syarat. Abraham saja harus menerima syarat yang diajukan Tuhan untuk dapat menjadi umat-Nya. Apa buktinya?

(Kejadian 17:1 [LAI TB] Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.
17:2 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.")


Perhatikan ayat di atas, syarat yang Tuhan ajukan kepada Abraham adalah Abraham harus hidup tidak bercacat di hadapan Tuhan. Itulah syarat yang Tuhan ajukan kepada Abraham. Sebagai gantinya, Tuhan berjanji kepada kepada Abraham bahwa Dia akan memberikan negeri Kanaan kepada Abraham dan anak cucunya dan Tuhan akan menjadi Allah bagi anak cucunya.

Inilah persyaratan antara Tuhan dan Abraham atau bisa dikatakan isi dari perjanjian antara Tuhan dan Abraham. Tuhan akan menepati janji-Nya kepada Abraham soal tanah Kanaan jika seandainya Abraham juga menepati janji-Nya kepada Tuhan dengan hidup tidak bercela di hadapan-Nya. Perjanjian ini akan jadi batal kalau Abraham melanggar janjinya ini kepada Tuhan. Namun ternyata, Abraham berhasil dan teguh dalam menjalankan persyaratan perjanjian tersebut.

Buktinya apa? Buktinya pada saat Tuhan memberkati Ishak

(Kejadian 26:3 [LAI TB] Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.
26:4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,
26:5 karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.")


Kenapa Tuhan harus memberkati Ishak dan menjadi Allah bagi Ishak? Justru karena perjanjian Tuhan dengan Abraham. Perhatikan ayat 26:5, dikatakan bahwa karena Abrahamlah, maka sekarang Tuhan datang kepada Ishak dan menyertai Ishak. Kenapa bisa demikian? Karena Abraham telah setia memenuhi tuntutan perjanjian tersebut, maka Tuhan juga harus setia. Tuhan tidak mungkin tidak setia, itulah sebabnya Tuhan memenuhi janji-Nya kepada Abraham bahwa Dia akan menjadi Allah bagi keturunannya. Itulah sebabnya Tuhan harus menjadi Allah bagi Ishak untuk memenuhi tuntutan janji kepada Abraham.

Jadi, apa artinya ini? Artinya dalam Perjanjian selalu ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Begitu juga kita saat ini sebagai orang-orang Kristen. Ada syarat-syarat yang harus kita jalani jika kita mengaku bahwa diri kita adalah umat Perjanjian Tuhan.

Jadi adakah orang Kristen bebas? Jelas tidak. Orang-orang Kristen harus menuruti hukum-hukum Tuhan, bukan sebaliknya. Itu adalah bagian dari Perjanjian.

Jadi, bagaimana kalau kita anggap enteng dan hidup seenaknya dan keluar dari ranah-ranah Hukum Tuhan? Jelas perjanjian tersebut jadi batal. Sudah paham kan? Jadi, kalau perjanjiannya batal, apakah nanti kita akan diselamatkan? Jelas tidak, justru kita akan dilempar ke api yang menyala-nyala.

Sayangnya banyak sekali di antara kita yang hidup asal-asalan dan tidak sesuai dengan ketetapan perjanjian dengan Tuhan. Mengira perjanjian tersebut tidak bisa batal dan kita sudah pasti masuk surga, padahal kalau kita melanggar perjanjian tersebut, maka sudah pasti perjanjian tersebut jadi batal.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata bahwa pada hari-hari terakhir, banyak orang yang kepedean mengaku bahwa mereka adalah umat-umat Tuhan Yesus dan berseru-seru, tetapi sayang, Tuhan Yesus berkata, "Aku tidak pernah mengenal engkau, enyahlah!"

(Matius 7:21 [LAI TB] Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" )


Well, peringatan Tuhan Yesus ini sangat serius bagi saya dan sodara. Kita mungkin bisa kepedean saat ini seperti orang-orang Kristen yang ditolak di atas. Kita bisa kepedean dengan berkata bahwa kita adalah umat pemenang, umat tebusan, kita sudah melayani sana sini, dan bla bla bla. Tetapi, kalau kita hidup dengan melanggar "Perjanjian" tersebut, maka perjanjian tersebut akan menjadi batal. Kalau Perjanjian batal, maka sudah jelas kita pun akan binasa di neraka yang menyala-nyala.

Hiduplah tekun di dalam "Perjanjian" itu dan juga ketetapan-ketetapan yang terkandung di dalamnya. Bukan kita yang ngarang peraturan, tetapi kitalah yang harus tunduk pada peraturan Tuhan.

Well, jangan sampai kitalah yang dimaksudkan dalam ayat di atas.

Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...