Wednesday, 29 July 2015

Kejadian 26:5 Abraham Ternyata Melakukan Hukum Taurat

Kejadian 26:5 Abraham Ternyata Melakukan Hukum Taurat
Genesis 25:6

Apakah Abraham tahu mengenai Hukum Taurat dan perintah-perintah Hukum Taurat seperti jangan mencuri, jangan membunuh, jangan berzinah, jangan menyembah patung, jangan memakan makanan yang dilarang Tuhan (jeroan, babi,, darah, lemak, udang, dll), dan juga perintah untuk menguduskan hari Sabat?

(Kejadian 26:5 [LAI TB] karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.")
Ibrani: עֵקֶב, אֲשֶׁר-שָׁמַע אַבְרָהָם בְּקֹלִי; וַיִּשְׁמֹר, מִשְׁמַרְתִּי, מִצְו‍ֹתַי, חֻקּוֹתַי וְתוֹרֹתָי
Transliteration: 'Aqev asher shama avraham beqoli wayyismor mishmarti mitzvotay khuqqotay wetorotay


Well, perhatikan ayat di atas baik-baik. Ada banyak sekali kesalapahaman di antara orang-orang Kristen yang mengira bahwa Hukum Taurat itu baru turun pada zaman Musa sehingga banyak sekali di antara kita yang mengira bahwa pada zaman sebelum Musa, sama sekali tidak ada Hukum Taurat sehingga orang-orang seperti Abraham, dan Nuh sama sekali tidak terikat dengan Hukum Taurat.

Harus kita pahami bahwa kata "Hukum Taurat" itu sebenarnya berasal dari bahasa Ibrani "Torah תורה" yang artinya sebenarnya kurang tepat jika diterjemahkan dengan kata "Hukum", tetapi lebih tepat jika diterjemahkan dengan "Pengajaran/ Instruksi/ Ketetapan ".

Jadi, arti utama dari kata "Torah תורה" adalah "Pengajaran/ Instruksi/ Ketetapan". Orang-orang Kristen sangat anti mendengar kata "Hukum Taurat" karena cenderung dikaitkan dengan kata "Hukuman", padahal arti sebenarnya dari "Hukum Taurat" sebenarnya bukanlah Hukum, tetapi "Pengajaran/ Instruksi/ Ketetapan Tuhan".

Apa artinya ini? Artinya "Taurat Tuhan" memiliki arti ketetapan-ketetapan Tuhan yang Tuhan telah tetapkan dan tidak pernah berubah-ubah.

Jauh sebelum zaman Musa, "pengajaran/ ketetapan/ instruksi/ Hukum Taurat" ini sudah ada dan sudah Tuhan tetapkan bagi siapa saja yang ingin mengikat perjanjian dengannya. Jadi, jangan heran kalau orang-orang seperti Nuh dan Abraham juga tahu mengenai Taurat Tuhan dan hal tersebut merupakan syarat bagi siapapun yang mau menjadi umat-Nya untuk mengikuti Taurat-Nya.

Buktinya apa? Lihat saja Nuh, mengapa Nuh bisa tahu bahwa ada binatang yang haram dan tidak haram sewaktu dia disuruh Tuhan untuk mengumpulkan binatang untuk masuk ke dalam bahtera (Kej. 7:2)? Mengapa Nuh bisa tahu? Simpel jawabannya, karena memang itulah dari zaman dahulu ketetapan Tuhan bahwa ada binatang yang haram untuk dimakan dan ada yang tidak. Nuh tahu perintah ini karena Tuhan yang memberikan ketetapan tersebut kepada Nuh.

Sekarang kita kembali ke Kejadian 26:5

(Kejadian 26:5 [LAI TB] karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.")
Ibrani: עֵקֶב, אֲשֶׁר-שָׁמַע אַבְרָהָם בְּקֹלִי; וַיִּשְׁמֹר, מִשְׁמַרְתִּי, מִצְו‍ֹתַי, חֻקּוֹתַי וְתוֹרֹתָי
Transliteration: 'Aqev asher shama avraham beqoli wayyismor mishmarti mitzvotay khuqqotay wetorotay


Perhatikan kata "Hukum-Ku" dalam ayat di atas. Bisa ditebak kata apa yang dipakai dalam ayat di atas tersebut? Tepat sekali, dalam bahasa Ibraninya, kata yang dipakai adalah "Torah תורה" yang artinya adalah "Hukum Taurat".

Jadi apa artinya ini? Artinya Abraham mengenal Hukum Taurat dan menjalankannya. Abraham tahu persis mengenai ketetapan dan peraturan-peraturan yang terdapat di dalam Hukum Taurat dan Abraham harus hidup di dalam Hukum Taurat Tuhan tersebut sebagai bagian dari Perjanjian untuk menjadi umat Tuhan. Oleh karena itu, Kejadian 26:5 ini, jika kita terjemahkan secara harafiah dari teks Ibraninya, maka kita akan mendapatkan terjemahan seperti ini

(Kejadian 26:5 [Terjemahan Bebas] Karena Abraham telah mendengarkan suara-Ku dan dia telah memelihara kewajiban-kewajiban-Ku, perintah-perintah-Ku, ketetapan-ketetapan-Ku, dan Hukum Taurat-Ku)
Ibrani: עֵקֶב, אֲשֶׁר-שָׁמַע אַבְרָהָם בְּקֹלִי; וַיִּשְׁמֹר, מִשְׁמַרְתִּי, מִצְו‍ֹתַי, חֻקּוֹתַי וְתוֹרֹתָי
Transliteration: 'Aqev asher shama avraham beqoli wayyismor mishmarti mitzvotay khuqqotay wetorotay


Jelas sekali dari terjemahan di atas bahwa Abraham ternyata hidup di dalam Taurat Tuhan dan Abraham harus hidup di dalam ketetapan-ketetapan Hukum Tuhan. Jadi, alangkah kelirunya jika banyak dari kita yang masih mengajarkan bahwa Abraham hidup tanpa Hukum Taurat (bebas dan seenaknya).

Hal ini tidak benar. Tuhan selalu mengajukan syarat bagi mereka yang ingin hidup sebagai umat Perjanjian-Nya. Abraham sendiri saja diajukan syarat oleh Tuhan untuk hidup tak bercela sesuai dengan Hukum Tuhan agar dapat mengikat Perjanjian dengan Tuhan. Tidak percaya? Silahkan baca Kejadian 17:1-2.

(Kejadian 17:1 [LAI TB] Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.
17:2 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.")


Tepat sekali, ada syarat yang diajukan oleh Tuhan agar Abraham dapat mengadakan perjanjian dengan Tuhan, yaitu hidup tak bercela. Jika Abraham tidak memenuhi syarat ini, maka sudah pasti perjanjian itu akan batal.

Lalu mengapa Abraham berhasil dan dikatakan sebagai bapa umat beriman? Karena Abraham menuruti Taurat Tuhan sebagaimana yang dikatakan dalam Kejadian 26:5 atau bisa dikatakan Abraham hidup di dalam ranah-ranah yang telah ditetapkan oleh Tuhan.

Jadi, Abraham sama sekali tidak hidup bebas dan semau-maunya sebagaimana yang banyak sekali mayoritas umat Kristen yakini. Abraham harus hidup di dalam ketetapan-ketetapan Taurat Tuhan seperti jangan mencuri, jangan membunuh, larangan makan makanan berbahya dan tidak tahir, larangan makan darah, tidak menyembah patung, kuduskan hari sabat. Abraham menjalani itu semua.

Kenapa kita harus memahami dasar teologi ini dengan benar mengenai Hukum Taurat? Karena sekarang di dalam dunia Kekeristenan, sudah terlalu marak dimana mayoritas orang-orang Kristen mengajarkan untuk ramai-ramai memberontak melawan Hukum-hukum Tuhan.

Padahal Tuhan Yesus sudah mewanti-wanti mereka yang berani meniadakan Hukum Taurat, bahkan perintah yang terkecil sekalipun

(Matius 5:17 [LAI TB] "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. )


Silahkan direnungkan, mau percaya Tuhan Yesus atau justru ajaran-ajaran yang mengajarkan bahwa Hukum Taurat sudah batal? Putuskan sendiri.

Well, inti yang kita dapat dari pembahasan ini adalah Hukum Taurat adalah pengajaran Tuhan yang kekal dimana tokoh-tokoh seperti Abraham dan Nuh juga tahu soal Hukum Taurat karena Tuhan menyampaikan Hukum Taurat tersebut dari generasi ke generasi.

Jadi, Abraham sendiri harus hidup di dalam ketetapan-ketetapan Taurat Tuhan sebagai umat Perjanjian. Kita pun juga sama harus hidup di dalam Taurat Tuhan karena Taurat Tuhan adalah pedoman dan ketetapan bagaimana seharusnya umat Allah itu hidup. Siapakah yang mengatakan orang Kristen harus hidup di dalam tuntunan Hukum Taurat? Tuhan Yesus sendiri.

Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...