Wednesday, 15 July 2015

1 Timotius 4:1-5 Benarkah Paulus Mengatakan Bahwa Semua Makanan Sudah Dihalalkan?

1 Timotius 4:1-5 Benarkah Paulus Mengatakan Bahwa Semua Makanan Sudah Dihalalkan?
1 Timotius 4:1-5

(1 Timotius 4:1 [LAI TB] Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
4:3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.
4:4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,
4:5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.)
Greek: Τὸ δὲ πνεῦμα ῥητῶς λέγει, ὅτι ἐν ὑστέροις καιροῖς ἀποστήσονταί τινες τῆς πίστεως, προσέχοντες πνεύμασιν πλάνοις καὶ διδασκαλίαις δαιμονίων,
ἐν ὑποκρίσει ψευδολόγων, κεκαυτηριασμένων τὴν ἰδίαν συνείδησιν,
κωλυόντων γαμεῖν, ἀπέχεσθαι βρωμάτων, ἃ ὁ θεὸς ἔκτισεν εἰς μετάληψιν μετὰ εὐχαριστίας τοῖς πιστοῖς καὶ ἐπεγνωκόσιν τὴν ἀλήθειαν.
Ὅτι πᾶν κτίσμα θεοῦ καλόν, καὶ οὐδὲν ἀπόβλητον, μετὰ εὐχαριστίας λαμβανόμενον•
ἁγιάζεται γὰρ διὰ λόγου θεοῦ καὶ ἐντεύξεως.
Transliteration: To de penuma rhetos legei, hoti en hysterois kairois apostesontai tines tes pisteos, prosekhontes pneumasin planois kai didaskaliais daimonion
En hypokrisei pseudologon, kekauteriasmenon ten idian syneidesin
Kolyonton gamein, apekhestahai bromaton, ha Theos ektisen eis metalepsin meta eukharistias tois pistois kai epegnoskosin ten aletheian
Hoti pan ktisma Theou kalon, kai ouden apobleton, meta eukhasristias lambanomenon
Hagiazetai gar dia logou Theous kai entexeos


Well, ayat di atas ini adalah salah satu ayat favorit dari kita semua, orang-orang Kristen untuk menyatakan bahwa semua makanan sudah dihalalkan, tidak ada yang haram. Paulus mengatakan bahwa hanya orang-orang yang mengikuti ajaran-ajaran setan yang akan mengajarkan bahwa ada binatang-binatang haram yang tidak boleh dimakan. Jadi, inilah dasar kuat dan salah satu ayat terkuat yang digunakan oleh banyak sekali dari kita untuk membenarkan hawa nafsu perut kita untuk memakan makanan-makanan berbahaya seperti lele, anjing, babi, monyet, kerang, udang, jeroan, lemak, darah, dll. Namun, benarkah Paulus sedang mengajarkan demikian?

(2 Petrus 3:15 [LAI TB] Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
3:16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.)


Pertama-tama, kita harus memahami bahwa tulisan-tulisan Paulus bukanlah tulisan yang mudah untuk dimengerti. Butuh pemahaman konteks, latar belakang, bahasa, dan juga teologi keagamaan yang berkembang pada zaman itu untuk dapat memahami dengan baik apa yang sebenarnya sedang dimaksudkan oleh Paulus. Rasul Petrus sendiri dalam ayat di atas sudah mewanti-wanti bahwa di dalam tulisan-tulisan Paulus, banyak hal-hal yang sukar untuk dipahami sehingga banyak orang yang memutarbalikkannya sehingga menjadi kebinasaan mereka sendiri.

Jadi, pada zaman Petrus saja, sudah banyak orang-orang yang memutarbalikkan tulisan-tulisan Paulus, apalagi sekarang pada zaman kita dimana sudah ada rentang waktu yang terlalu jauh, sekitar 2000 tahun jarak antara kita dengan zaman Paulus ketika menuliskan surat ini, sehingga sudah pasti akan ada lebih banyak lagi orang-orang yang memutarbalikkan tulisan-tulisan Paulus.

Mari kita ajukan dan merenungkan hal ini sejenak, apakah kita juga termasuk orang-orang yang memelintir tulisan-tulisan Paulus sama seperti orang-orang pada zaman Petrus itu? Jangan-jangan saat ini kita sedang termasuk di antara mereka yang memelintir tulisan-tulisan Paulus untuk membenarkan pandangan teologi kita.

Permasalahan Bahasa
Well, balik lagi ke topik, tulisan-tulisan Paulus menggunakan bahasa Yunani yang tergolong sulit sehingga dibutuhkan orang yang benar-benar ahli dalam memahami tulisan-tulisannya. Banyak frase-frase membingungkan dari tulisan-tulisan Yunani Paulus sehingga para ahli bahasa Yunani saja yang sudah belajar berpuluh-puluh tahun saja, masih kesulitan untuk memahami makna tulisan-tulisan Paulus. Jika para ahli bahasa Yunani saja begitu kesulitan, apalagi kita yang tidak memahaminya dan hanya membaca dari terjemahannya saja? Sebuah bahasa ketika diterjemahkan ke dalam bahasa lain, maka banyak sekali hal-hal yang hilang atau tidak bisa diungkapkan secara sempurna sehingga bisa menimbulkan makna ganda. Sebagai contoh, orang yang jago bahasa Inggris pasti akan lebih memilih membaca sebuah buku langsung di dalam bahasa Inggrisnya ketimbang terjemahannya. Kenapa? Karena ketika sebuah buku bahasa Inggris diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka ada hal-hal tertentu yang hilang dan tidak bisa diungkapkan oleh bahasa Indonesia sehingga apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh penulis, jadi berbeda ketika buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Apalagi surat-surat Paulus yang ditulis dalam bahasa Yunani. Bahasa Yunaninya saja sudah cukup sulit untuk dipahami, apalagi kalau hanya terjemahan, sudah pasti akan ada banyak “miskomunikasi” dari apa yang sebenarnya ingin Paulus sampaikan kepada kita.

Permasalahan Konteks dan Latar Belakang
Hal yang harus kita sekarang setelah permasalahan bahasa adalah permasalahan konteks dan latar belakang. Perlu kita tahu bahwa ketika Surat 1 Timotius merupakan sebuah surat. Artinya ada hal yang terjadi yang sedang dihadapi oleh Timotius dan hal inilah yang sedang diusahakan oleh Paulus untuk memecahkannya. Surat Timotius ini adalah surat pribadi Paulus dan Timotius. Jika ini adalah surat pribadi, jelas ini akan menimbulkan masalah yang serius bagi kita. Kenapa? Karena yang tahu pokok permasalahan sesungguhnya yang sedang dihadapi oleh Paulus dan Timotius hanyalah mereka berdua dan Tuhan.

Gampangnya begini, kalau kita berusaha memahami sebuah surat pribadi antara A dan B tanpa memahami latar belakang kenapa surat itu ditulis atau permasalahan yang sedang dihadapi oleh si A dan si B tersebut, maka sudah jelas kita akan banyak sekali salah menafsir isi surat tersebut karena kita tidak paham apa yang sebenarnya sedang mereka hadapi. Begitu juga dengan surat Paulus kepada Timotius. Kita harus paham latar belakang mengapa Paulus menulis surat ini kepada Timotius dan apa yang sedang mereka hadapi sebenarnya di dalam surat ini.

Jadi, mari kita bedah 1 Timotius 4:1-5 ini mengenai makanan-makanan yang disebutkan oleh Paulus.

1 Timotius 4:1-3
(1 Timotius 4:1 [LAI TB] Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
4:3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.)
Greek: προσέχοντες πνεύμασιν πλάνοις καὶ διδασκαλίαις δαιμονίων,
ἐν ὑποκρίσει ψευδολόγων, κεκαυτηριασμένων τὴν ἰδίαν συνείδησιν,
κωλυόντων γαμεῖν, ἀπέχεσθαι βρωμάτων, ἃ ὁ θεὸς ἔκτισεν εἰς μετάληψιν μετὰ εὐχαριστίας τοῖς πιστοῖς καὶ ἐπεγνωκόσιν τὴν ἀλήθειαν.
Transliteration: To de penuma rhetos legei, hoti en hysterois kairois apostesontai tines tes pisteos, prosekhontes pneumasin planois kai didaskaliais daimonion
En hypokrisei pseudologon, kekauteriasmenon ten idian syneidesin
Kolyonton gamein, apekhestahai bromaton, ha Theos ektisen eis metalepsin meta eukharistias tois pistois kai epegnoskosin ten aletheian


Mari kita bedah ayat ini terlebih dahulu. Dalam tulisan Paulus di atas kepada Timotius, Paulus menegaskan bahwa akan ada banyak orang yang akan mengikuti roh-roh penyesat dimana mereka akan melarang orang kawin, melarang orang makan-makanan yang diciptakan oleh Allah. Nah, di sinilah, banyak dari kita yang melakukan pembenaran teologi boleh makan semua berdasarkan ayat ini.

Pertanyaannya, benarkah Paulus sedang mengatakan demikian? Kebanyakan orang-orang Kristen langsung mengaitkan hal-hal ini dengan larangan makan babi, lemak, darah, udang, lele dan segala larangan-larangan lainnya yang terdapat di dalam Perjanjian Lama. Logika kita di sini harus dipakai dan jangan terbawa nafsu. Kenapa? Karena yang memerintahkan untuk tidak makan babi, anjing, udang, lele, lemak, darah, dll adalah Tuhan sendiri. Jadi, apa konsekuensinya? Kalau kita memaksa bahwa ayat ini sedang berbicara seperti itu, maka kita sama saja sedang mengatakan bahwa Paulus mengatakan bahwa Tuhan di dalam Perjanjian Lama adalah setan. Kenapa? Karena Tuhan lah yang justru memerintahkan perintah tersebut. Lantas apakah sodara atau siapa pun yang sedang membaca tulisan ini ingin mengatakan bahwa Paulus sedang mengatakan bahwa Tuhan yang memberikan perintah larangan makanan itu adalah setan. Jelas tidak!

Logika itu harus berjalan, tidak mungkin Paulus sedang mengacu kepada perintah Tuhan di dalam PL tersebut. Lantas apa yang sebenarnya sedang Paulus maksudkan?

Gnostic

Inilah latar belakang sesungguhnya dari surat ini. Dalam zaman Paulus itu, ada sebuah aliran filsafat kebatinan yang bernama “Gnostik”. Aliran ini sangat populer di dunia Helenisme (peradaban Yunani) pada masa Paulus. Aliran ini mengajarkan bahwa tubuh atau daging itu jahat, sedangkan jiwa itu baik. Jadi, aliran ini mengajarkan bahwa jiwa yang baik ini harus terlepas dari tubuh/ daging yang jahat.

Untuk dapat mencapai tingkatan jiwa yang terlepas dari tubuh ini, maka aliran ini melarang orang untuk makan daging, melarang orang untuk kawin, dan sebagainya. Mereka hidup askese (menyiksa diri) dengan tidak memakan daging dan tidak kawin supaya jiwa mereka mencapai kesempurnaan dan akhirnya menyatu dengan alam dan bisa terbebas dari belenggu tubuh mereka yang jahat. Inilah ajaran “Gnostik” yang sedang dihadapi oleh Paulus.

Ajaran ini mirip dengan ajaran Buddha yang juga mengajarkan orang untuk tidak makan daging, tidak kawin, dll. Hal ini tidak mengherankan karena ajaran Buddha memang sudah muncul jauh sebelum kekeristenan muncul. Jadi, kalau di dalam dunia Yunani muncul aliran “Gnostik” yang juga mengajarkan hal yang mirip dengan ajaran Buddha, maka hal tersebut tidaklah mengherankan.

Jadi, sudah jelas bukan para pembaca? Yang Paulus maksudkan bukanlah larangan makanan halal-haram yang Tuhan perintahkan langsung kepada Musa, tetapi yang sedang Paulus tentang adalah ajaran “Gnostik” yang melarang orang untuk makan daging dan juga melarang orang untuk kawin.

Bisa dibayangkan betapa berbahayanya jika seseorang menafsir tulisan-tulisan Paulus ini tanpa belajar dengan serius untuk memahami bahasa dan latar belakangnya dengan baik? Sudah pasti akan ada banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Jadi, tidak mudah untuk memahami firman Tuhan, perlu pergumulan yang belajar yang tekun untuk dapat memahaminya dengan baik. Saya sendiri pun mengakui bahwa masih terlalu banyak yang tidak saya ketahui soal firman Tuhan dan butuh banyak pergumulan untuk dapat memahaminya, jadi hanya orang sombong saja yang merasa sudah paham firman Tuhan tanpa belajar.

Jadi jelas sekarang bahwa 1 Timotius 4:1-3 itu tidak sedang berbicara tentang larangan makanan yang Tuhan larang dalam Imamat, tetapi sedang membahas tentang ajaran “Gnostik”.

Tuhan tidak pernah melarang kita makan daging. Tuhan tidak ingin kita hidup menyiksa diri dengan tidak makan daging seperti ajaran “Gnostik”. Namun, Tuhan juga tidak ingin agar kita hidup menyiksa diri dan sakit-sakitan hanya karena memakan-makanan yang telah Tuhan haramkan seperti babi, kerang, udang, lele, jeroan, lemak, darah, dll. Kenapa? Karena Tuhan yang menciptakan semua binatang tersebut dan Tuhan tahu bahaya dari binatang-binatang tersebut jika dikonsumsi manusia. Silahkan saja tanya ahli-ahli kesehatan atau googling sendiri mengenai bahaya binatang-binatang tersebut. Semua binatang-binatang tersebut, lemak, darah, jeroan, dll merupakan biang penyakit berbahaya seperti kanker, stroke, kolesterol, asam urat, dll. Tuhan sayang dengan kita dan tidak ingin kita sakit-sakitan, makanya Dia melarang kita untuk makan-makanan haram tersebut.

Apakah sudah bisa dimengerti?

1 Timotius 4:4-5
(1 Timotius 4:4 [LAI TB] Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,
4:5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.)
Greek: Ὅτι πᾶν κτίσμα θεοῦ καλόν, καὶ οὐδὲν ἀπόβλητον, μετὰ εὐχαριστίας λαμβανόμενον•
ἁγιάζεται γὰρ διὰ λόγου θεοῦ καὶ ἐντεύξεως.
Transliteration: Hoti pan ktisma Theou kalon, kai ouden apobleton, meta eukhasristias lambanomenon
Hagiazetai gar dia logou Theous kai entexeos


Sekarang ke pembahasan terakhir kita. Well, di dalam ayat ini, Paulus mengatakan bahwa semua yang diciptakan Allah itu baik dan tidak ada yang haram. Tahukah sodara bahwa kata “haram” itu tidak ada di dalam bahasa Yunaninya? Kata yang dipakai adalah “Apobleton ἀπόβλητον” yang artinya adalah “ditolak”, bukan “haram”. Kata haram itu di dalam Imamat 11 (Perjanjian Lama berbahasa Yunani) menggunakan kata “Akathartos ἀκάθαρτος “ yang artinya adalah “kotor, jorok, tidak bersih”. Jadi, kata “Haram” sama sekali tidak ada di dalam 1 Timotius 4:4. Bisa berbahaya sekali toh, kalau salah diterjemahkan seperti ini?

Jadi apa maksudnya ini? Artinya Paulus tidak sedang menyinggung soal larangan makanan yang terdapat di dalam Imamat, karena kata yang dipakai saja sudah berbeda. Paulus sedang membicarakan mengenai aliran Gnostik yang mengatakan bahwa semua tubuh/ daging itu jahat, termasuk binatang. Binatang-binatang itu dikatakan oleh orang-orang penganut Gnostik adalah sesuatu yang jahat dan ditolak. Nah, disinilah Paulus ingin memberikan penegasan, bahwa semua yang diciptakan Allah itu tidak ada yang “ditolak (Apobleton ἀπόβλητον)”.

Sebagai contoh, Tuhan menciptakan babi itu baik, anjing itu baik, lele itu baik, kerang itu baik, udang itu baik, monyet itu baik, dll. Tuhan tidak menolak ciptaan-Nya dan semuanya itu baik. Semua binatang-binatang yang diciptakan oleh Tuhan itu memiliki kodrat-Nya masing-masing. Misalnya anjing yang Tuhan ciptakan bagi kita sebagai teman kita, untuk menjaga rumah, sebagai sahabat bagi manusia, dll. Lele yang Tuhan ciptakan untuk membersihkan kotoran-kotoran yang ada di sungai. Bisa dibayangkan kalau tidak ada lele, sedangkan semua orang buang hajat di sungat, siapa yang akan membersihkan kotoran-kotoran tersebut kalau bukan lele? Kerang sendiri juga mempunyai kodrat dan tugasnya sebagai ciptaan Allah, yaitu membersihkan lautan dari limbah-limbah agar laut tetap bersih dan steril.

Jadi, apa yang ingin disampaikan Paulus sebenarnya? Yang ingin disampaikan Paulus adalah semua binatang itu tidak ada yang ditolak Tuhan. Semua binatang punya kodratnya masing-masing dan semuanya itu baik di mata Tuhan. Berbeda dengan pandangan Gnostik yang mengatakan bahwa tubuh itu jahat sehingga semua binatang, karena mereka adalah daging, maka sudah pasti semua binatang itu jahat. Inilah yang ditentang oleh Paulus.

Jadi sudah jelas, 1 Timotius 4:1-5 tidak sedang berbicara mengenai larangan makanan haram yang Tuhan sendiri perintahkan di dalam Imamat 11 dan Ulangan 14, begitu juga larangan makan darah, lemak, jeroan, dll. Oleh karena itu, teks 1 Timotius 4:1-5, jika kita terjemahkan secara harafiah, akan berbunyi seperti ini:

(1 Timotius 4:1 [Terjemahan Bebas] Tetapi, Roh dengan jelas mengatakan bahwa pada waktu-waktu kemudian, berpaling dari iman dan memberikan perhatian kepada roh-roh sesat dan pengajaran-pengajaran roh-roh jahat.
4:2 Di dalam kemunafikan dari para penipu, yang menghanguskan hati nurani mereka sendiri
4:3 Yang melarang orang untuk kawin, menyuruh orang untuk menjauhkan makanan-makanan yang telah Allah ciptakan untuk diterima dengan pengucapan syukur kepada orang-orang beriman dan kepada orang-orang yang telah mengetahui kebenaran
4:4 Sebab, semua ciptaan Allah itu baik, dan tidak satu pun yang ditolak selagi diterima dengan ucapan syukur.
4:5 Sebab dikuduskan melalui firman Allah dan doa
Greek: Τὸ δὲ πνεῦμα ῥητῶς λέγει, ὅτι ἐν ὑστέροις καιροῖς ἀποστήσονταί τινες τῆς πίστεως, προσέχοντες πνεύμασιν πλάνοις καὶ διδασκαλίαις δαιμονίων,
ἐν ὑποκρίσει ψευδολόγων, κεκαυτηριασμένων τὴν ἰδίαν συνείδησιν,
κωλυόντων γαμεῖν, ἀπέχεσθαι βρωμάτων, ἃ ὁ θεὸς ἔκτισεν εἰς μετάληψιν μετὰ εὐχαριστίας τοῖς πιστοῖς καὶ ἐπεγνωκόσιν τὴν ἀλήθειαν.
Ὅτι πᾶν κτίσμα θεοῦ καλόν, καὶ οὐδὲν ἀπόβλητον, μετὰ εὐχαριστίας λαμβανόμενον•
ἁγιάζεται γὰρ διὰ λόγου θεοῦ καὶ ἐντεύξεως.
Transliteration: To de penuma rhetos legei, hoti en hysterois kairois apostesontai tines tes pisteos, prosekhontes pneumasin planois kai didaskaliais daimonion
En hypokrisei pseudologon, kekauteriasmenon ten idian syneidesin
Kolyonton gamein, apekhestahai bromaton, ha Theos ektisen eis metalepsin meta eukharistias tois pistois kai epegnoskosin ten aletheian
Hoti pan ktisma Theou kalon, kai ouden apobleton, meta eukhasristias lambanomenon
Hagiazetai gar dia logou Theous kai entexeos


Jadi, yang dimaksudkan adalah ajaran Gnostik, bukan perintah Allah di dalam Imamat. Perintah-perintah Allah tidak pernah berubah dan itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata bahwa tidak satu pun perintah dari Hukum Taurat itu ditiadakan.

(Matius 5:17 [LAI TB] "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.)

(Lukas 16:17 [LAI TB] Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.)


Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik Hukum Taurat batal. Sekiranya tulisan ini menjadi berkat bagi sodara yang membacanya.

Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

4 comments:

  1. Jadi sebenernya kita boleh gk makan yg dsbtkan datas kyak babi dkk?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Balik ke pribadi masing-masing. Tuhan bilang tidak boleh (Imamat 11 dan Ulangan 14), tetapi kalau pribadi kita sendiri ingin melanggar, well konsekuensinya ya tanggung sendiri. Misalnya, siap-siap sakit asam urat, kolesterol, darah tinggi, bahkan beberapa di antaranya bisa ke tahap komplikasi lanjut seperti gagal ginjal, kanker, bahkan kemattian.

      Well, seperti itu kira-kira. Salam Kasih, Tuhan Yesus memberkati

      Delete
  2. TUHAN yang menciptakan semuanya so sweet banget. So sweet.a melampaui segalanya :*
    Terima kasih sudah berbagi kebenaran
    Tuhan berkati selalu

    ReplyDelete

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...