Friday, 12 June 2015

Kesaksian Achin Disembuhkan dari 12 Tulang Rusuknya yang Patah

Kesaksian Achin Disembuhkan dari 12 Tulang Rusuknya yang Patah
Tulang Rusuk Patah

Suatu pagi pasangan Achin dan Yeyen pergi ke stasiun gambir untuk mengantarkan ibunya yang akan ke Bandung. Pada waktu itu ada sebuah truk yang melindas kaki Yeyen dan menabrak Achin. Lalu Achin terjatuh dan masuk ke kolong truk dan terseret untuk beberapa saat lamanya. Akhirnya ban truk itu melindas dada sebelah kirinya. Keadaannya sangat parah dan ia ditinggalkan sendirian terlentang di tengah jalan tak berdaya.

Banyak korban kecelakaan terjadi di jalan arteri Palmerah. Pasangan Achin dan Yeyen mengalami kecelakaan yang tragis. “Pada suatu hari saya bersama suami dan anak-anak mau pergi ke stasiun gambir. Saat itu saya melihat ada truk yang berjalan di pinggir. Truk itu tiba-tiba melindas kaki saya dan saya menjatuhkan diri ke samping yang ada pohon-pohon. Lalu saya berteriak : Yesus tolong!”

Pengakuan pak Achin, “Saya dengar isteri saya berteriak, ‘awas ada mobil!’ Waktu saya menoleh ke belakang, mobil itu langsung menabrak muka saya. Achin terdorong dan akhirnya ia terjatuh di kolong truk. Saya tidak berdaya di kolong truk saat itu. Saya pasrahkan semua itu dan ternyata saya terlindas oleh ban mobil belakang. Achin terlindas mobil setelah terseret truk beberapa lama dan truk itu langsung kabur. Waktu saya sudah terlindas truk, saya terlentang di tengah jalan dan sesudah itu dada saya terasa dingin.”

Pengakuan ibu Yeyen, “Secara manusia saat itu saya berpikir suami saya tidakakan hidup. Achin ditinggalkan di tengah jalan dalam keadaan parah tidak berdaya. Saat itu saya menangis dan berkata kepada Tuhan, ‘Tuhan saya tidak kuat karena saat itu saya melihat sendiri dengan mata kepala saya sendiri.’ Sakit rasanya, dia yang terlindas tapi saya juga ikut merasakannya dan sakit sekali.”

Pengakuan pak Achin, “Waktu saya masuk ke UGD saya berpikir hidup saya akan berakhir. Saya sudah pasrahkan hidup saya kepada Tuhan”

Keadaan sangat kritis, 12 pasang tulang rusuknya patah sehingga paru-parunya tidak dapat berfungsi normal. Dokter harus membuat 2 lubang di paru-parunya untuk dapat menyedot darah. Pengakuan dokter Widarto Binafsihi (spesilis bedah), “Ketika korban di bawa ke rumah sakit subuh itu keadaannya masih cukup sadar, tetapi menurut pemeriksaan foto dada, yang kita lihat itu rusuknya hampir semua patah di depan dan di belakang. Dan sebenarnya tidak ada harapan lagi baginya untuk hidup!”

Pengakuan ibu Yeyen, “Dokter secara manusia sudah angkat tangan. Hampir setiap hari saya menangis di rumah sakit dan berseru kepada Tuhan.” Yeyen diliputi oleh kekuatiran dan ketakutan. Hari demi hari yang dijalani terasa lambat. “Saat saya menangis, dari dalam hati saya ada suara Roh Kudus yang berkata, ‘Tuhan menguji kamu tidak melampaui kekuatanmu.’ Tuhan itu baik dan saat itu saya mendapatkan kekuatan baru. Saat itu saya menjadi tenang sekali.”

Di tengah kegalauan hatinya, Yeyen teringat pada Solusi sebuah program televisi yang pernah di lihatnya. “Saat saya membutuhkan doa, saya teringat akan solusi. Pada sabtu siang, saya telepon Solusi 021-6513344 untuk minta dukungan doa. Semua permohonan doa saya di doakan oleh Solusi. Saya langsung mengimani setiap doa yang didoakan dari Solusi dan memang benar-benar dahsyat Kuasa Tuhan yang saya rasakan”

Yeyen terus setia berdoa bagi suaminya. Bagi Yeyen setiap saat adalah kesempatan untuk berdoa. “Pada saat saya mau tidur, saya serahkan suami saya ke dalam tangan Tuhan dan pada saat saya bangun, saya bersyukur suami saya masih bernafas.”

Kondisi Achin tidak stabil, sangat kecil kesempatan bagi Achin untuk pulih. Namun, saat itu satu hal yang indah terjadi. “Kamis malamnya saya berkumpul bersama anak saya, saya berdoa di depan lift. Teman anak saya melihat ada suatu cahaya yang terang sekali. Ia melihat terang itu dan merasakan damai dan sejahtera. Sejak itu langsung saya berdoa : Tuhan Yesus terima kasih. Saya percaya Tuhan Yesus sedang melawat suami saya.”

Doa yang tulus menggerakkan tangan Tuhan. Keadaan yang mustahil menjadi tidak mustahil. Saat itu terjadi titik balik dalam kehidupan Achin. Achin pulih dengan mengesankan. Tulang-tulang rusuknya yang patah, tertauh dan berfaal serta fungsi tubuhnya kembali normal. Pengakuan dokter Widarto Binafsihi (spesilis bedah), “Kalau 1,2,3 tulang rusuk yang patah kemudian tertaut mungkin dapat kita lihat tiap hari, tapi kalau 12 pasang tulang rusuk patah depan- belakang dan tertaut kembali itu bukan karya dari dokter dan selalu saya yakin karena karya dari Kristus”

Achin mengalami pemulihan yang sempurna. Pada tanggal 30 Desember 1999 Achin berjalan keluar dari rumah sakit dan menjalani kehidupannya seperti dahulu. “Saya bersyukur kepada Tuhan yang begitu baik dan telah memulihkan kesehatan suami saya. Kini ia telah kembali bekerja seperti biasa. Achin berkata, “Saya pulang dari rumah sakit dengan kondisi sehat. Saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus. Saya bersyukur sekali mempunyai Tuhan yang hebat”

Sumber: http://www.kisahnyatakristen.com/2012/08/17/12-tulang-rusuk-patah/

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...