Sunday, 19 April 2015

Yeremia 31:31-34 Apakah "Perjanjian Baru" itu?



(Yeremia 31:31 [LAI TB]   Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah Firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
31:32   bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah Firman Tuhan.
31:33   Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
31:34   Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah Firman Tuhan, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.")

Well, harus diakui bahwa kebanyakan dan bahkan hampir mayoritas dari kita sering berkata bahwa kita adalah umat Perjanjian Baru. Namun pernahkah terpikir bahwa kebanyakan dari kita tidak mengerti apa itu sebenarnya "Perjanjian yang Baru"? Tidak sedikit bahkan sampai yang levelnya sudah pastor, pendeta bahkan pengabar Firman Tuhan, sebenarnya masih bingung/ bahkan keliru jika ditanya apa sebenarnya itu Perjanjian Baru.

Well, banyak orang-orang Kristen yang sebenarnya membuat teori sendiri mengenai apa itu Perjanjian Baru yang sebenarnya tidak berdasarkan pada kebenaran Alkitab. Dalam memahami apa itu sebenarnya "Perjanjian Baru", maka kita harus melihat ke dalam teks Alkitab itu sendiri. Tidak boleh kita memasukkan pemahaman kita sendiri yang sebenarnya bertentangan dengan Alkitab mengenai apa itu "Perjanjian Baru".

Jadi, apa sebenarnya "Perjanjian Baru" itu? Biarkan Alkitab yang berbicara tentang hal tersebut

(Yeremia 31:33 [LAI TB]   Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.)

Tepat sekali, ternyata TUHAN menunjukkan dengan sangat tepat mengenai apa itu"Perjanjian Baru". Ternyata isi dari "Perjanjian Baru" adalah Hukum Taurat itu sendiri. Lantas mengapa sekarang muncul penafsiran aneh-aneh bahwa kasih karunia menggantikan Hukum Taurat? Siapakah yang mengajarkan ini?

Sebenarnya polemik ini berawal karena banyak sekali orang-orang Kristen/ diantara kita yang tidak bisa membedakan apa itu "Perjanjian" dan apa itu "Hukum Taurat". Kedua istilah ini dicampuradukkan sehingga kebanyakan dan mayoritas orang-orang Kristen meyakini bahwa "Perjanjian Lama" adalah Hukum Taurat.

Hal ini tidaklah betul. Padahal yang dimaksudkan TUHAN dalam Perjanjian Lama dalam konteks diatas adalah Perjanjian yang DIA ikat dahulu dengan bangsa Israel di Sinai

(Yeremia 31:32 [LAI TB]   bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah Firman Tuhan.)

Jadi Perjanjian Lama yang rusak (karena Israel melanggar) adalah Perjanjian yang dibuat TUHAN dengan Israel di gunung Sinai. Gampangnya begini, agar kita tidak terkecoh dan pola pikir kita tidak terjebak. Pertama-tama kita harus memahami dahulu dengan seksama apa itu "Perjanjian".

"Perjanjian" adalah kesepakatan antara kedua belah pihak dimana kedua belah pihak saling mengajukan persyaratan dan kedua pihak harus memenuhi syarat-syarat di dalam Perjanjian tersebut. Jika salah satu pihak melanggar, maka perjanjian itu batal.

Nah, itulah sebabnya Perjanjian ini perlu diperbaharui oleh TUHAN, karena yang melanggar Perjanjian itu adalah israel, bukan TUHAN. Gampangnya begini, ketika TUHAN mau mengikat perjanjian dengan bangsa Israel, maka TUHAN pun mengadakan perjanjian dan juga kesepakatan-kesepakatan. TUHAN memberikan syarat-syarat-NYA bahwa jika Israel ingin menjadi umat-NYA, maka Israel harus mentaati Taurat-NYA. Nah, sebagai imbalannya, TUHAN berjanji jika mereka setia, maka TUHAN pun akan memberkati mereka dan DIA akan menjadi Allah mereka. Dan Israel berkata, "segala yang TUHAN perintahkan, akan kami lakukan"

(Keluaran 24:7 [LAI TB]   Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala Firman Tuhan akan kami lakukan dan akan kami dengarkan."
24:8   Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.")

Tepat sekali, "Perjanjian" ini menjadi sah karena Israel sepakat akan syarat-syarat yang diajukan oleh TUHAN. Jadi, dalam Perjanjian Lama di Sinai, TUHAN berjanji akan memberkati Israel dan DIA akan menjadi Allah mereka asalkan mereka taat pada Hukum Taurat. Namun, Israel-lah yang melanggar Hukum Taurat tersebut sehingga Perjanjian Lama ini batal. Jadi yang bermasalah bukan 'Hukum Taurat-NYA", tetapi Israel-lah yang melanggarnya.

Itulah sebabnya TUHAN perlu membuat sebuah Perjanjian yang baru dengan bangsa Israel dan Yehuda. Dan apakah Hukum-NYA berubah? Sama sekali tidak, hukum-NYA tetap sama yaitu Hukum Taurat

(Yeremia 31:33 [LAI TB]   Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.)

Bingo, jadi sudah jelas kan apa isi dari Perjanjian Baru? Jelas adalah Hukum Taurat itu sendiri. Itulah sebabnya TUHAN YESUS sudah mewanti-wanti mereka yang berani mengajarkan hal yang sebaliknya bahwa Hukum Taurat itu batal

(Matius 5:17 [LAI TB]. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Jadi, TUHAN YESUS saja sudah jelas berkata bahwa Hukum Taurat justru masih berlaku. Kenapa? Karena isi dari Perjanjian Baru memang adalah Hukum Taurat itu sendiri. Lantas kenapa banyak sekali orang-orang Kristen yang mengajarkan bahwa Hukum Taurat sudah batal. Nah lho, kenapa mereka mengajarkan hal yang berbeda dengan yang TUHAN YESUS ajarkan?

TUHAN YESUS mengajarkan : Hukum Taurat kekal, lebih mudah langit dan bumi lenyap daripada satu titik Hukum Taurat batal
Mayoritas orang-orang Kristen mengajarkan : Hukum Taurat sudah batal

Well, silahkan putuskan sendiri mau ikut siapa, TUHAN YESUS atau ikut arus umum? Tidak selamanya apa yang diyakini oleh mayoritas/ umum itu benar. Contoh, dahulu gereja dan mayoritas orang-orang Eropa mengajarkan dan meyakini geosentris (matahari mengelilingi bumi) adalah sebuah kebenaran dan gereja (baik Katolik maupun Protestan) tidak segan-segan menganiaya dan menyerang mereka yang mengajarkan Heliosentris. Hanya segelintir orang saja seperti Nicolas Copernicus dan Galileo Galilei yang tetap kukuh meyakini Heliosentris (Bumi yang mengelilingi matahari). Namun, ternyata kita tahu bersama ternyata yang benar adalah Nicolas Copernicus dan Galileo Galilei dan gereja yang salah. Padahal mereka berdua pada zaman itu, ditentang habis-habisan oleh gereja (baik protestan maupun katolik) karena pandangannya tersebut. Tetapi ternyata yang benar adalah pandangan mereka. Jadi, kita bisa menarik pelajaran bahwa yang diyakini mayoritas belum tentu benar.

Well, akhir kata, pahami dan bedakan dengan baik apa itu "Perjanjian" dan apa itu "Hukum Taurat". Hukum Taurat bukanlah Perjanjian, namun Hukum Taurat adalah isi dari Perjanjian yang TUHAN syaratkan kepada bangsa Israel. Lantas bagaimana dengan kita umat Perjanjian Baru? Bukankah sudah jelas apa Hukum yang TUHAN syaratkan dalam Perjanjian Baru di dalam Yeremia diatas? Jelas, Hukum Taurat itu sendiri. Jadi, umat Perjanjian Baru pun Hukumnya tetap sama, yaitu Hukum Taurat. Bukankah TUHAN YESUS sendiri yang sudah mengatakannya dengan sangat jelas?

(Matius 5:19 [LAI TB] Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. )

Well, silahkan putuskan sendiri, lebih percaya kepada perkataan TUHAN YESUS diatas ini atau tafsiran-tafsiran yang justru bertentangan dengan perkataan TUHAN YESUS diatas?

Salam Kasih. TUHAN YESUS memberkati

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...