Sunday, 19 April 2015

Problem kata "Nomos νόμος" dan polemik Hukum Taurat, masih berlaku atau tidak?



Well, tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu topik yang paling menjadi pusat perdebatan diantara orang-orang Kristen adalah topik mengenai Hukum Taurat. Orang-orang Kristen terbagi menjadi menjadi banyak kubu dalam menyikapi hal ini, ada yang meyakini bahwa Hukum Taurat sudah batal sepenuhnya, ada yang meyakini Hukum Taurat harus dijalankan. Topik ini harus diakui menjadi topik yang kontroversial dan mau tidak mau kita sebagai orang-orang Kristen harus mengambil sikap dibagian mana mereka harus beriman.

Kenapa polemik ini bisa muncul? Harus diakui salah satu faktor utama dari munculnya polemik ini adalah tulisan-tulisan rasul Paulus dibanyak surat-suratnya yang banyak sekali menyatakan bahwa kita tidak lagi hidup dibawah Hukum Taurat. Namun, hal ini bertentangan sekali dengan apa yang pernah TUHAN YESUS katakan bahwa DIA sama sekali tidak meniadakan Hukum Taurat, bahkan mewanti-wanti mereka yang berani meniadakannya (Mat. 5:17-20).

Mengapa Paulus dan TUHAN YESUS bisa berkontradiksi? Harus diakui, Paulus sendiri berkontradiksi dengan suratnya sendiri mengenai Hukum Taurat, bahkan dalam satu surat yang sama

(Roma 3:20 [LAI TB]   Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.)

(Roma 2:13 [LAI TB] Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. )

Dari kedua ayat diatas, kita tidak bisa membantah bahwa memang ternyata Paulus berkontradiksi dengan dirinya sendiri bahkan dalam satu surat yang sama. Disatu sisi dia berkata bahwa tidak ada satupun yang bisa dibenarkan dihadapan Allah, tetapi di sisi lain dia juga justru malah berkontradiksi dengan dirinya dengan berkata bahwa orang yang melakukan Hukum Tauratlah yang akan dibenarkan dihadapan Allah. Well, bagaimana memecahkan masalah ini?

Dalam hal ini, kita sebagai orang-orang Kristen harus berhati-hati dalam mengambil sikap dan dalam menafsir masalah Hukum Taurat ini, terutama tulisan-tulisan Paulus sebab rasul Petrus sendiri sudah mewanti-wanti bahwa banyak sekali orang yang memutarbalikkan surat-surat Paulus dan menjadi kebinasaan mereka sendiri

(2 Petrus 3:15 [LAI TB]   Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat,seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
3:16   Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.)

Dari keterangan dan peringatan rasul Petrus diatas, Rasul Petrus sendiri mengakui bahwa dalam surat-surat Paulus banyak hal-hal yang sulit untuk dimengerti dan rawan untuk diputarbalikkan (misalnya kontradiksi soal Hukum Taurat diatas yang mana Paulus sendiri berkontradiksi dengan dirinya). Itulah sebabnya kita harus berhati-hati dalam soal ini sebagai orang-orang Kristen.

Mengapa bisa timbul polemik seperti ini? Harus diakui bahwa salah satu problem utamanya adalah kata "Nomos νόμος". Kata "Nomos νόμος" sering diterjemahkan sebagai "Hukum Taurat" dalam banyak versi terjemahan. Namun, kata "Nomos νόμος" itu tidak selalu merujuk kepada "Hukum Taurat". Kata  "Nomos νόμος" ini sebenarnya memiliki banyak arti seperti "adat, kebiasaan, hukum, peraturan, dll"

Jadi peraturan apapun atau hukum apapun (seperti hukum perkawinan) bisa memakai kata "Nomos νόμος". Disinilah letak permasalahan utamanya. Tahukah bahwa Paulus menyebutkan banyak sekali jenis Hukum (tidak hanya Hukum Taurat), dengan menggunakan kata "Nomos νόμος"?

1. Hukum Dosa (Nomo tes Hamartias νόμῳ τῆς ἁμαρτίας)= Roma 7:23, Roma 8:2
2. Hukum Kematian (Nomos tou Thanatou νόμος τοῦ θανάτου)= Roma 8:2.
3. Hukum Roh Kehidupan (Nomos tou pneumatos tes zoes νόμος τοῦ πνεύματος τῆς ζωῆς)= Roma 8:2
4. Hukum  Peraturan-peraturan Manusia (Nomon Entoles Sarkines νόμον ἐντολῆς σαρκίνης)= Ibrani 7:16
5. Hukum Musa/ Hukum Taurat ( Museos Nomo Μωϋσέως νόμῳ)= 1 Korintus 9:9
6. Hukum Iman (Nomou Pisteos νόμου πίστεως)= Roma 3:27
7. Hukum Kristus (Nomon tou Khristou νόμον τοῦ χριστοῦ)= Galatia 6:2

Disinilah letak permasalahan utamanya. Karena kata "Nomos νόμος" itu tidak selalu berarti Hukum Taurat. Jadi disinilah timbul kesulitan, pada frase mana Paulus menggunakan kata "Nomos νόμος" itu untuk Hukum Taurat atau hukum yang lainnya? Tidak hanya Paulus saja, begitu juga penulis-penulis perjanjian Baru yang lainnya, terkadang mereka menggunakan kata "Nomos νόμος" itu untuk Hukum Taurat, tetapi terkadang juga untuk Hukum lainnya. Dan masih banyak contoh lainnya di dalam Perjanjian Baru yang menimbulkan kesulitan mengenai kata "Nomos νόμος" ini

Jadi disinilah perlu pendekatan yang sangat baik, karena ketika Paulus dan penulis-penulis Perjanjian Baru menulis kata "Nomos νόμος", hal itu tidak berarti mengacu kepada Hukum Taurat. Nah, disinilah polemik utamanya mengapa muncul perdebatan sengit soal Hukum Taurat

Karena itu benarlah kata rasul Petrus, bahwa tulisan-tulisan Paulus memang menimbulkan kerancuan dan multitafsir sehingga tidak heran bahkan pada zaman Petrus sendiri, sudah banyak yang memutarbalikkan tulisan-tulisan Paulus. Jadi, untuk dapat memahami apa sebenarnya maksud tulisan Paulus tersebut, kita harus dapat menggali sedalam mungkin soal apa maksud sebenarnya dari beliau, kapan dia memakai kata "Nomos νόμος" tersebut untuk Hukum Taurat dan kapan dia gunakan kata "Nomos νόμος" itu untuk hukum yang lainnya.

Well, that's a problem guys.

Tetapi, Paulus tidak mungkin bertentangan dengan TUHAN YESUS. Terbukti banyak sekali ayat-ayat yang dia katakan yang sesuai dengan apa yang TUHAN YESUS katakan soal Hukum Taurat

(Roma 2:13 [LAI TB] Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. )

(Roma 3:31 LAI TB]   Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.)

(Roma 7:12 [LAI TB]   Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.)

Masih banyak contoh lainnya, namun jela dari beberapa kutipan ayat diatas, Paulus menegaskan bahwa dia jelas berkata bahwa Hukum Taurat itu baik dan orang yang melakukan Hukum Taurat akan dibenarkan di hadapan Allah. Hal ini sinkron dengan perkataan TUHAN YESUS lainnya

(Matius 5:17 [LAI TB] "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.)

Jadi jelas sekali bahwa Paulus sebenarnya tidak berkontradiksi dengan TUHAN YESUS. Kitalah yang salah memahami maksud dari tulisan-tulisan Paulus sebagaimana yang sudah diwanti-wanti oleh Rasul Petrus. Jadi dalam menafsir Alkitab, terutama tulisan-tulisan Paulus yang memmang rawan diputarbalikkan, kita harus hati-hati sekali dalam memahami maknanya, jangan serampangan dan hanya mencabut satu ayat saja.

Jadi, jika TUHAN YESUS bahwa DIA tidak meniadakan Hukum Taurat dan mewanti-wanti siapapun yang berani meniadakannya dan Paulus sendiri juga sepakat dengan TUHAN YESUS bahwa yang melakukan Hukum Taurat yang akan dibenarkan dihadapan Allah, lalu mengapa kita mengajarkan hal yang sebaliknya?

Salam kasih. TUHAN YESUS memberkati

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...