Saturday, 18 April 2015

Ayub 1:10 Anak-anak Ayub

Ayub 1:10 Anak-anak Ayub
Anak-Anak Ayub height=

(Ayub 1:10 [LAI TB] Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.)
Ibrani:הֲלֹא-את (אַתָּה) שַׂכְתָּ בַעֲדוֹ וּבְעַד-בֵּיתוֹ, וּבְעַד כָּל-אֲשֶׁר-לוֹ--מִסָּבִיב: מַעֲשֵׂה יָדָיו בֵּרַכְתָּ, וּמִקְנֵהוּ פָּרַץ בָּאָרֶץ.
Transliteration: Halo' 'et (attah) sakhta be'ado uve'ad-beyto uve'ad kol asher lo missabbiv: maaseh yadaw berakhta, umiqnehu paratz ba'aretz


Well, tertulis jelas sekali bahwa Satan pun berkata kepada Tuhan bahwa Tuhan-lah yang membuat pagar di sekeliling rumah Ayub dan segala sesuatu yang dimilikinya. Namun, dalam teks Aram, ada satu kata yang tampaknya tidak ada di dalam teks Ibraninya.

(Ayub 1:10 [Old Syriac] Engkau, tangan-Mu telah melindunginya, dan atas rumahnya dan atas anak-anaknya dan atas segala sesuatu yang dia miliki di setiap tempat dan engkau memberkati pekerjaan tangannya sehingga hartanya berlimpah-limpah.
Old Syriac: אנת אגנת אידך עלוהי ועל ביתה ועל בנוהי ועל כל מדם דאית לה בכל דוכא ועבד אידוהי ברכת וקנינה סגי בארעא
Transliteration: At agenat idekh alaoh we'al beyteh we'al bnaoh we'al kol medem de'iyt leh bekol dukha. we'eved idaoh, b erakhta sagi be'ar'a'


Tepat sekali, dalam teks Aram dari ayat ini, tertulis jelas bahwa "atas anak-anaknya (We'al Benaoh ועל בנוהי)’", Tuhan juga memberikan perlindungannya. Hal inilah yang membuat Satan tidak bisa menyentuhnya. Padahal kita tahu bersama bahwa anak-anak Ayub tergolong anak-anak yang sangat bobrok kelakuannya

(Ayub 1:4 [LAI TB] Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka.
1:5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.)


Dari keterangan diatas saja, kita sudah bisa tahu bahwa anak-anak Ayub memang bobroknya bukan main. Kerjanya hanya berpesta pora saja dan hidup di dalam dosa. Namun, dalam hal ini Tuhan tetap memagari mereka dan melindungi mereka. Semua karena apa? Semua karena kesalehan dari Ayub, orang tua mereka

(Ayub 1:8 [LAI TB] Lalu bertanyalah YHWH kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.")

Jadi, dari hal ini kita bisa menarik kesimpulan, bahwa sebobrok-bobrok anak-anak Ayub, namun toh Tuhan tetap memagari mereka. Namun mereka dipagari bukan karena mereka benar, namun semata-mata hanya karena Ayub. Hal itulah yang membuat Tuhan pun juga memagari anak-anaknya meskipun anak-anaknya itu bobrok.

Namun, kenapa pada akhirnya anak-anak Ayub harus mati juga? Well, Tuhan itu panjang sabar, namun tidak berarti DIA tidak ada batas kesabaran. Upah dosa adalah maut. Sudah sekian lama TUHAN menanti dan memberikan anak-anak Ayub yang bobrok itu kesempatan untuk bertobat. Sudah begitu lamanya TUHAN memagari mereka sehingga Iblis tidak bisa menyentuh mereka, namun mereka tampaknya tidak menyadari kebaikan Tuhan tersebut kepada mereka dan masih saja terus hidup berhura-hura dan berpesta pora.

(Keluaran 34:6 [LAI TB] Berjalanlah YHWH lewat dari depannya dan berseru: "YHWH, YHWH, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,
34:7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat." )


Well, kita harus mengenal Tuhan secara utuh. Dia memang panjang sabar sekali, luar biasa sabar, namun bukan berarti Dia tidak memiliki batas kesabaran. Anak-anak Ayub sudah diberikan waktu yang sangat panjang dan juga perlindungan yang luar biasa dari Tuhan, namun anak-anak Ayub itu tidak menyadari kebaikan Tuhan tersebut dan terus menerus hidup dalam kefasikan.

Tuhan tidak bisa melanggar ataupun membantah firman-Nya. Upah dosa adalah maut, maka setelah kesempatan yang telah Tuhan berikan kepada mereka untuk bertobat, mereka pun sia-siakan dan akhirnya tibalah hari ajal mereka

(Ayub 1:18 [LAI TB] Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
1:19 maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.")


Yang bisa kita petik dari renungan singkat ini:

1. Tuhan melindungi segala milik orang benar, rumahnya, kepunyaannya, harta miliknya, bahkan anak-anaknya, meskipun anak-anaknya hidup bobrok, Tuhan pun tetap memagari anak-anak mereka yang bobrok itu.
2. Tuhan memang panjang sabar, namun tidak berarti DIA tidak punya batas kesabaran. Dia mungkin sekarang terlihat diam saja atas dosa-dosa yang kita lakukan, tetapi hal itu tidak berarti Dia setuju. Dia memberikan kesempatan bagi kita untuk bertobat. Namun, Dia sama sekali tidak suka dipermainkan. Jadi, jangan coba-coba untuk mempermainkan Tuhan.

Begitu kira-kira yang bisa dipetik dari kisah Ayub diatas.

Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...